DURI (Riaulantang)- Suasana upacara bendera, Senin (21/08/17) di halaman SMAN 8 Mandau Jalan Stadion Duri sontak heboh. Pasalnya saat pembacaan doa berlangsung, seorang siswi tiba-tiba menjerit histeris. Upacara terpaksa dibubarkan dan siswa  masuk ke lokal masing-masing.

Selang beberapa saat, pekikan lain juga terdengar. Tiga orang siswi tumbang terkena teror makhluk gaib.

Melihat kondisi tak kondusif bagi siswa lain, akhirnya pihak sekolah mumutuskan menghentiàn aktifitas belajar mengajar. Seluruh siswa  langsung di pulangkan dan ketiga siswa yang kesurupan langsung ditangani dalam ruang belajar.

Pekikan dan jeritan histeris terdengar melengking dari ruangan. Pihak sekolah dibantu sejumlah ustad didatangkan untuk mengusir pengaruh jahat itu. Satu dua siswa berhasil dipulihkan, tapi ada pula yang bertahan tak mau keluar dari pengaruh jahat itu.

“Dibacakan ayat dan dipegangi oleh ustad sejumlah siswa bisa pulih lagi. Tapi  ada satu yang bertahan tak mau keluar,” jelas salah seorang guru.

Satu siswi yang terus berontak itu dibaringkan dalam lokal belajar. Tiga ustad membantu mengeluarkan pengaruh jahat dibantu kehadiran orang tua siswi. Namun upaya itu tak membuahkan hasil. Si siswi tetap berontak, terus menangis dan menyerit histeris.

Berbagai upaya terus dilakukan agar siswi ini bisa kembali normal, keinginannya agar dikembalikan ke semak-semak belakang sekolah pun dituruti, namun tetap dia tak bisa pulih.

‘Ada lima siswa yang kesurupan hari ini. Yang lain sudah pulih, yang ini tetap bertahan. Kejadianya siap upacara, ” jelas Kepala Sekolah, Aspandiar.

Hingga siang, suasana sekolah berangsur pulih. Siswi yang kesurupan dan bisa dipulihkan daintar dan dijemput orang tua masing-masing. Hanya satu siswi yang masih terus berontak dan terus ditangani para ustad.(susi)