DURI (Riaulantang) – Merasa hukum sudah tak adil terhadap anaknya yang sakit jasmani dan rohani tapi tetap ditahan bahkan dipindahkan tanpa pemberitahuan dari sel tahanan Polsek Mandau, Farida, ibunda  Jefri Andi, tersangka kasus narkoba dijalan Pelita Duri, Kamis (12/04/18) mendatangi bidang profesi dan pengamanan (Propam) Polda Riau. Didampingi anak dan cucu, Janda tua yang mulai renta ini berharap ada keadilan untuk anaknya yang menderita geger otak pasca tabrakan yang membuat anaknya kritis selama sebulan lebih.

“Ibu datang untuk minta keadilan. Tolonglah anak ibu. Bebaskan dia pak polisi. Dia sakit. Entah bagaimana nasibnya kini. Dia dipindahkan, tapi ibu tak tahu,” ratap  Ibu 6 anak di hadapan piket propam Polda Riau.

Kehadiran ibu tua bersama dua putri dan cucunya ke Propam ini, tak terlepas dari Jasa anak angkatnya Hendri yang mempertemukannya dengan advokat Elidanetti SH.MH. Atas bantuan orang-orang yang peduli dengan penderitaan ibu yang kehilangan anak inilah, dia bisa berangkat dan mengadu ke Propam Polda Riau.

“Ibu tak tahu apa-apa  (hukum-red).

 Untuk ke sini pun (Propam-red) ibu di antar anak ibu . Ibu hanya ingin Jeff dibebaskan. Dia sakit. Jangan biarkan di tahan. Ibu khawatir dia tak sanggup,” ratapnya.

Dikatakan ibu malang ini, keluargnya tak punya apa-apa untuk meminta keadilan ini. Mereka hanya berbekal bukti-bukti surat keterangan kritis 1 bulan, rekam medik, rontgen kepala retak sebelah dan dipasangi pen untuk menjelaskan Jefri betul-betul sakit.

“Kami tak punya apa-apa. Tapi masih banyak orang-orang baik yang bantu ibu. Mudah-mudahan anak ibu dibebaskan,” ujarnya sembari mengatakan anaknya akan sanggat ketakutan jika sudah hujan dan petir karena pen yang tertanam di kepala dan kakinya.

Sementara itu Advokat Elidanetti SH, MH, yang mendampingi Ibu Farida ini kepada Riaulantang.com, Jumat (14/04/18) mengatakan, ia bersama  kliennya mencari keadilan dan persamaan hak dimata Hukum. Karena dari 5 tersangka yang ditangkap, hanya 1 yang diajukan rehabilitasi  sementara  yang benar-benar membutuhkan dalam kondisi sakit malah dizalimi dan dipindahkan ke Bengkalis dengan alasan se tahanan Polsek Mandau over kapasitas.

“Kita laporkan kasus ini ke Propam agar ada keadilan. Agar terlihat kejanggalan kasus narkoba di Polsek Mandau ini. Yang jelas-jelas sehat diajukan rehab oleh penyidiknya dengan alasan tak terlibat, sementara yang sakit diabaikan.Ada apa ini. Mudah-mudahan ketidakadilan ini bisa diungkap,” jelas Elida praktisi hukum di Duri yang juga bergabung dalam Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) di Jakarta

Dikatakannya, pihak Propam Polda Riau menerima Ibu Farida dan pihaknya dengan baik. Laporan terkait kasus itu pun sudah disampaikan ke Propam dan Kapolda.

“Alhamdulillah pengaduan kita diterima. Kita diarahkan melengkapi berkas dan setelah lengkap langsung didampingi penyerahan berkas ke Kapolda dan Kabid Propam,” jelas Elidanetti lagi.(bambang)