Diklat Guru Pendamping Muda Tingkat Dasar yang dilaksanakan K3TK Duri

DURI (Riaulantang) – Untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensi guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Kelompok Kerja Kepala Sekolah TK (K3TK) Rayon Duri menggelar Diklat guru pendamping muda tingkat dasar. 100 peserta dari masing-masing sekolah di dua kecamatan Mandau dan Bathin Solapan, ambil bagian dalam diklat yang baru pertama kali diselenggarakan di Kecamatan Mandau, Kamis, (14/02/2019) ini.

Diklat yang dilaksanakan lima hari berturut-turut mulai Kamis (14/02/19) hingga Senin (18/02/18) dipusatkan di Yayasan Rihada Insani, jalan Tegal Sari, Gang Rambutan, Kecamatan Mandau. Tujuannya, agar para guru yang non Sarjana dan Sarjana yang tidak Linear, bisa lebih profesional dan mendapatkan bekal pengetahuan cara mengajar dan meningkatkan kompetensi guru tersebut.

Kadis Pendidikan Kabupaten Bengkalis diwakili Roni Deprika, SE, M.Si, pada Riaulantang.com, mengatakan kegiatan diklat seperti ini sangat diperlukan untuk meningkatkan kompetensi guru.

“Nantinya para peserta memiliki ketrampilan dalam mengajar. Tidak bisa hanya pandai mengajar saja, tentunya ada aturan dan ketentuan yang menjadi rujukan setiap guru. mendidik anak usia dini. Mendidik anak diusia emas ini memiliki tantangan tersendiri. Terlebih yang non Sarjana serta tamatan Sarjana yang bidang ilmunya tidak Linear. Diklat seperti ini sangat membantu,”katanya.

Dikatakannya, program seperti ini juga sudah dilaksanakan di Kabupaten Bengkalis yang bersumber dari dana APBD. Hanya saja pesertanya terbatas karena merupakan perwakilan dari masing-masing Kecamatan.
“Sama seperti hari ini. Disdik juga sudah melakukan untuk tingkat Kabupaten. Kita sangat apresiasi panitia dan pihak-pihak yang turut serta dalam kegiatan diklat ini dengan biaya swadaya,”ungkapnya.

Disisi lain Pengawas TK di dua Kecamatan, Mandau dan Bathin Solapan, Hj. Fauziah, S.Pd dan Yeni Husna, S.Pd yang menjadi inisiator diklat ini menjelaskan peserta tidak hanya mengikut diklat dasar, tapi nanti akan berlanjut ke tingkat lanjut dan Mahir.

“Peserta harus mengikuti rangkaian dari diklat dasar ini. Akan ada materi-materi yang bermanfaat dan bisa langsung diaplikasikan pada saat mengajar. Setiap hari ada tugas yang akan dikerjakan peserta diklat. Apabila tidak bisa mengikuti selama diklat berlangsung otomatis tidak lulus,”ungkap Fauziah.

Ditambahkan Yeni Husna, S.Pd. Awal program ini inisiatif pengawas. Pihaknya berkeinginan bagaimana para guru non sarjana bisa meningkatkan kompetensi.

“Kami berfikir bagaimana guru ini bisa profesional dalam melakukan tugasnya. Dampak dalam proses mendidik anak usia dini bukan saja dirasakan beberapa tahun saja bahkan bisa puluhan tahun. Ada hal lain yang dirasakan manfaatnya, syarat akreditasi sekolah tentunya akan ada dampak positif dalam penilaian untuk sekolah guru-guru ini,”tuturnya.

Senada Ketua Pelaksana, Mailiza SPd, juga menjelaskan, kalau kegiatan ini merupakan program K3TK. Kegiatan inj sudah dua bulan direncanakan dan mendapat sambutan antusias dari para guru.

“Ini hanya diklat awal atau jenjang dasar. Untuk selanjutnya kita akan adakan diklat lanjutan. Alhamdulillah bisa terpenuhi kuota untuk 100 orang. Satu ruangan tidak bisa lebih dari 50 orang. Setiap hari akan diisi oleh dua narasumber dari tuan rumah, Kabupaten dan Provinsi. Yang pasti semua narasumber sudah memiliki sertifikat untuk menjadi pemateri,”pungkasnya.

Ikut hadir dalam Diklat ini, Korcam Mandau, Nasrizal, S.Pd, pengawas TK Mandau Syafrida M.Pd serta puluhan guru lain.(bambang)