PEKANBARU (Riaulantang)-Sebuah mobil dengan nomor polisi BM 1192 LO tampak masih berada di Jalan Gajah Mada, tepatnya di sebelah Mapolda Riau dan dipasangi garis polisi. Pemasangan dilakukan tim Inafis Polda Riau yang tengah melakukan pemeriksaan.
Sebelumnya, tim Jihandak sudah memeriksa kondisi mobil tersebut dan memastikan dalam kondisi aman dari bahan peledan atau bom. Setelah itu, tim Inafis langsung bergerak melakukan identifikasi terhadap barang bukti yang ada dalam mobil tersebut.
Mobil tersebut tampak berada di posisi melawan arah di Jalan Gajah Mada, sebelah pintu Selatan Mapolda Riau, tepat di samping pagar. Rabu (15/5/2018) siang, tim Inafis berhasil menyelesaikan pemeriksaannya. Tim terlihat mengeluarkan jaket, makanan dan tas rangsel dari dalam mobil.
Pemasangan garis polisi dilakukan pukul 12.00 WIB. Dimana kap mesin yang sebelumnya terbuka selama pemeriksaan berlangsung, sekarang sudah kembali ditutup. Sementara bagian depan kanan mobil tampak rusak dan bemper depan kanan terlepas.
Tak miliki tanda pengenal
Sementara itu, polisi belum bisa memastikan dan memetakan jaringan para terduga teroris penyerang Mapolda Riau. Sebab polisi tidak menemukan identitas di tubuh keempat pelaku. “Belum ya, kita belum tahu mereka dari mana. Karena empat pelaku tewas dan belum kita temukan identitas dalam dirinya,” kata Kabid Humas Polda Riau AKBP Sunarto saat jumpa pers di Mapolda Riau, Rabu (16/5/2018).
Polisi masih terus memeriksa apakah para pelaku membawa bahan peledak. “Masih didalami. Karena kendaraan juga masih diperiksa,” ujarnya.
Dalam beberapa kasus penyerangan teroris sebelumnya, ada tren para pelaku kerap meninggalkan identitas di sekitar lokasi. Seolah seperti sebuah pesan yang ingin ditunjukkan oleh teroris agar aksinya mendapat perhatian.
Penemuan identitas di dekat lokasi pengeboman ini seperti yang terjadi di Polrestabes Surabaya. Pelaku pengeboman yang diidentifikasi sebagai Tri Murtiono (50) meninggalkan kartu keluarga (KK) yang ditemukan polisi. Ada juga KTP milik Dita Oeprianto (48), bomber tiga gereja di Surabaya, sehari sebelumnya

.(detik.com)