DURI (Riaulantang)- Raibnya uang Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED SP) desa Serai Wangi, Kecamatan Talang Muandau sebesar Rp 934 dari kolong tempat tidur rumah orang tua Ketua UED SP menjadi perhatian masyarakat. Kenapa tidak, uang yang raib jumlahnya amat besar hampir mencapai Rp 1 Milyar tapi dengan gegabah disimpan di bawah kolong tempat tidur.

“Saya kaget. Tak tahu apa yang hendak di cakap begitu tahu kejadian ini. Saya sempat down dan bingung. Tak pernah ada kejadian seperti ini. Sekali kejadian angkanya luar biasa. Ini jelas kelalaian. Pihak kepolsian diharap usut tuntas ini,” sesal Koordinator UED SP Kecamatan Talang Muandau, Izandri yang dihubungi Riaulantang.com, Senin malam (20/11/17).

Dijelaskan Izandri, pihaknya mengetahui raibnya uang UED SP itu dari pendamping desa. Setelah ditelusuri kronologisnya, dia menyimpullan ada kelalaian pengelola yang berani menyimpan uang dalam jumlah besar tanpa ada pengawalan dan hanya ditinggal di bawah kolong tempat tidur itu.

“Ini murni kelalaian Ketua UED SP. Menganggap semuanya remeh, gampang. Padahal uang yang disimpan jumlahnya tak sedikit hampir Rp 1 milyar. Sangat kita sayangkan dan sesalkan. Terkesan ada indikasi permainan. Makanya kita harap pihak kepolisian usut tuntas kasus ini,” tegasnya lagi

Dijelaskan Izandri, dari laporan yang diterimanya, uang ratusan juta itu tidak jadi dibagikan ke pemanfaat lantaran Ketua UED SP mengaku capek karena jauhnya jarak yang ditempuh usai pengambilan di bank Riau Kepri, Pinggir. Hanya saja, uang yang tak sempat dibagikan itu dibiarkan begitu saja di rumah orang tuanya tanpa ada pengawalan sedikitpun.

“Seharusnya begitu uang sampai di desa wajib dibagikan. Jangan sampai dimalamkan. Karena resikonya sangat besar.Tapi kalau rasanya tak memungkinkan ya harus dikawal. Kapan perlu seluruh pengelola lembur mengawal uang itu. Tapi sayangnya ini tak dilakukan, hingga begini kejadiannya,” ungkapnya sembari menyebut bahwa kasus ini sudah dilaporkan ke pihak Koordinator Kabupaten. (susi)