DURI (Riaulantang)- Ratusan massa yang tergabung dalam Lembaga Adat Melayu Mandau (LAMR) siap-siap berkumpul di halaman gedung LAMR Simpang Pokok Jengkol Duri, Sabtu pagi (03/03/18). Massa hendak bergerak menghentikan peresmian  Yayasan Raja Tawar Mula Jadi yang dinilai telah melecehkan adat setempat.

Ditenangkan tetua LAMR Mandau, Dumai, dan tetua lain, warga diminta menenangkan diri. Kapolres Bengkalis, AKBP Abas Basuni, Sik yang datang ke gedung LAMR Mandau langsung menenangkan massa. Diatas anjungan LAMR, Kapolres didampingi tokoh-tokoh LAMR memberikan penjelasan terkait peresmian Yayasan Raja Mula Jadi yang dicabut izin keramaiannya.

” Semua ada rekom perizinan, lalu ditarik karena ada potensi konflik. Untuk itu saya yang bertanggung jawab tidak menerbitkan surat izin keramaian. Saya sudah bekerja mengadakan pertemuan kepada datuk-datuk dan yang punya acara. Beri kepercayaan saya  menjadi aparat netral ditengah-tengah untuk menyelesaikan masalah ini,” ungkap Kapolres..

Kapolres juga menyampaikan sampai jam 3 subuh tadi masih mengadakan pembicaraan dengan pemilik acara. Untuk itu pihaknya meminta agar segenap warga LAM bisa menahan diri.

“Saya turun dengan bahasa hati. Jadi kalau ada yang bilang polisi tak turun (tadi malam-red) saya sendiri yang turun. Saya senditi yang koordinasi dengan yang punya acara. Izinnya tak ada,” jelas Kapolres lagi. 

Agar tak terjadi hal-hal yang tak diinginkan Kapolres minta agar aparat kepolisian yang turun menyelesaikan persoalan itu. Namun akhirnya massa memilih mendatangi lokasi itu beramai- ramai.(susi)