Nanang Haryanto anggota DPD Bengkalis Fraksi Demokrat saat menerima aspirasi warga Anyelir Duri

DURI (Riaulantang)- Keresahan warga RW 10 Jalan Anyelir, Kelurahan Balik Alam, Kecamatan Mandau Jamban terkait bau busuk peternakan babi di pemukimannya sudah lama dilantangkan. Berbagai upaya pun sudah dilakukan warga agar persoalan itu bisa terselesaikan. Namun sayang upaya itu tak kunjung direspon hingga bau busuk terus menyeruak di kawasan padat pemukiman itu.

Terakhir, warga mengadukan persoalan itu ke wakil ketua Komisi IV DPRD Bengkalis, Nanang Haryanto. Sembari membawa surat pernyataan keberatan yang ditandatangani puluhan warga, mereka berharap persoalan itu bisa di tindaklanjuti.

Gayung pun bersambut, anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Bengkalis itu pun respon. Minggu pagi (10/04/19) sekira pukul 09.00 Nanang turun menjumpai warganya. Duduk santai lesehan usai senam pagi, Nanang menerima aspirasi warga yang kebanyakan partai emak-emak itu.

Bersama Ketua RW Marmi Rustam dan Ketua RT 4 Sugiyono, Nanang mendengar keluhan warga. Mereka berkeluh kesah sudah tak tahan lagi bau busuk ternak babi itu, terutama jika hujan turun.

“Usaha rasanya sudah maksimal. Kami sudah datangi lurah, Camat dan pihak kepolisian tapi tidak ada respon. Makanya kami harap DPRD bisa menyelesaikan persoalan kami ini. Bau busuknya sudah tak bisa ditolerir lagi,” ujar Marni Rustam seraya menyampaikan ada sekitat 150 KK yang berada di kawasan tersebut.

Menanggapi hal ini, Nanang Haryanto yang juga caleg DPRD Bengkalis dari Partai Demokrat nomor urut 2 ini menyampaikan bahwa DPRD siap mendorong penyelesaian masalah itu. Apalagi sudah ada pernyataan warga yang ditujukan ke dinas Peternakan Bengkalis yang ditembuskan ke sejumlah pihak itu.

“Kita akan dorong penyelesaian masalah ini. Bagaimana pun sangat tidak layak ada peternakan seperti ini ditengah kota yang padat pemukiman. Apalagi baunya sangat menganggu kenyamanan. Makanya kita akan coba dorong pemerintah untuk membentuk tim terpadu untuk bisa action menertibkan usaha seperti ini,” ujar Nanang.

Dijelaskannya keluhan peternakan babi di tengah pemukiman padat ini tidak hanya terjadi di Jalan Anyelir tapi juga di sejumlah daerah di Kota Duri. Sebut saja di Jalan Tegal Sari, Jalan Rahayun Jalan Setia Kelurahan Gajah Sakti dan lainnya.

“Perlu upaya kongkrik dari pihak pemerintah untuk menertibkan usaha ini karena sudah sangat meresahkan. Makanya tim terpadu yang melibatkan Dinas Peternakan, Lingkungan Hidup, Satpol PP dan lainnya perlu dibentuk, agar lokasinya bisa di relokasi. Kita siap mendorong langkah ini agar ada ketegasan dari usaha yang menganggu kenyamanan hidup warga ini,” tegasnya.

Selain menerima keluhan terkait peternakan babi ini, Nanang juga menerima keluhan terkait persoalan lain yang terjadi ditengah masyarakat. Baik menyangkut pembuatan KTP, KK dan lainnya, serta persoalan sosial masyarakat lainnya.

“Untuk cetak KTP, rasanya tak ada masalah lagi. Karena logistiknya sudah terpenuhi. Blangko KTP sekarang sudah tersedia begitu juga tinta dan mesin cetaknya. Silahkan datang ke kantor Capilduk untuk rekam data,” jelas Nanang memberi saran ke warganya. (susi)