DURI (Riaulantang) – Kebakaran jelang siang  di kawasan padat pemukiman BTN Sukajadi 3,  RT 8 RW 8, desa Balai Makan  yang menghabiskan dua unit rumah BTN milik warga menyisakan pertanyaan bagi warga. Pasalnya hingga pemadaman usai di lakukan, mobil pemadam kebakaran milik PT Chevron tak nampak berada dilapangan. Padahal biasanya mereka terjun bersama Damkar Mandau, saling mengisi dan cepat mengatasi musibah kebakaran.

Tak hadirnya fire Chevron ini terus menjadi pembicaraan warga di TKP. Pasalnya salah satu rumah yang terbakar adalah milik karyawan Chevron. Tapi sepertinya Chevron tak bergeming dan tak menurunkan personilnya.

“Biasanya kalau petugas kepolisian sudah ada di TKP, pasti fire Chevron turun membantu. Kali ini kok tidak. Pihak kepolisian sudah di TKP, tapi fire Chevron tak kunjung tiba,” jelas Hendra warga setempat.

Desas desus tak datangnya fire Chevron ini juga sampai ke telingga anggota DPRD Bengkalis, Syaiful Ardi yang tinggal tak jauh dari lokasi padat pemukiman itu. Syaiful juga mempertanyakan kehadiran mobil fire Chevron itu.

“Ada apa dengan Chevron. Dulu membantu sekarang tidak. Apa tak mau lagi membantu. Kalau jelas  tak mau jelas pula bagi kami,” sesal Syaiful yang juga mendengar adanya pergantian pimpinan di bagian Fire Chevron.

Dikatakannya, dalam situasi musibah seperti ini apalagi dikawasan padat pemukiman yang rumah satu dengan lainnya berdempet, bantuan dari Fire Chevron sangat diharapkan. Tapi nyatanya Chevron malah memilih tak datang ke lokasi.

“Kalau tidak ada keberpihakan ke masyarakat bagus tak usah ada di Duri. Ini harus di dudukan dengan Chevron. Apa alasan tak mau lagi membantu. Ingat mobil operasionalnya lalu lalang memanfaatkan fasilitas yang dibangun Pemda juga. Kalau jelas mereka tak lagi mau bantu, jelas pula Pemda akan anggarkan lagi mobil damkar,” tegasnya.

Terkait tak responnya mobil Fire Chevron ini, Manager Komunikasi CPI, Tiva Permata ketika di hubungi belum memberikan keterangan. (bambang)