JAKARTA (Riaulantang) – Seusai mengunjungi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Bupati Bengkalis Amril Mukminin bersama rombongan melanjutkan kunjungan ke Kementrian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), Senin (27/8) siang
Saat itu, Bupati Bengkalis dan rombongan disambut langsung oleh Menteri Agama RI diwakili Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenag RI Nur Syam.

Orang nomor satu pada kabupaten berjuluk Negeri Junjungan memaparkan, sejatinya pendidikan agama merupakan tolak ukur yang harus di utamakan. Hal tersebut sesuai dengan visi dan misi Kementerian Agama Republik Indonesia serta visi dan misi Kabupaten Bengkalis tahun 2016-2021.

Sesuai dengan kewenangan dan regulasi, Bupati Bengkalis menjelaskan Pemerintah Kabupaten Bengkalis telah memberikan lahan 10 hektare, serta telah membangun sarana dan prasarana, berupa 3 Unit gedung perkuliahan lantai 2, dan juga 1 unit gedung Rektorat 2 lantai senilai 25 M, serta pemberian bantuan antara 3-6 M.

Dia berharap, Kementrian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) sekiranya dapat membantu mempercepat penegerian Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Syari’ah Bengkalis.

“Sesuai dengan realita saat ini, minat masyarakat Bengkalis untuk memasukkan putra-putrinya terhadap STIE Syari’ah sangat banyak”, tutur Amril

Tentunya, sambung Kepala Daerah Bengkalis, dengan diresmikannya STIE Syari’ah nanti, seyogyanya dapat dijadikan Kementrian Agama sebagai model pendidikan Ekonomi syari’ah pertama di Indonesia.

“Semoga keinginan tersebut bisa menjadi kado istimewa dari Kementrian Agama buat pemerintah dan seluruh masyarakat Kabupaten Bengkalis, saat peringatan hari Pendidikan Nasional, pada tgl 2 Mei 2018 mendatang”, tutup Amril.

Sementara itu, Sekjen dalam paparannya mengatakan, proses untuk produk yang akan dinegerikan harus memenuhi dua syarat, diantaranya syarat administratif dan akademik.

Menurutnya, STIE Syariah Bengkalis yang menjadi produk untuk dinegerikan, telah memenuhi standart syarat administratif untuk dirubah statusnya menjadi negeri.

“Akan tetapi, pada akademik, STIE Syariah Bengkalis masih dalam proses penyelesaian. Maka dari itu, kami berharap STIE Syariah Bengkalis agar segera secepatnya menyelasaikan kekurangan pada syarat akademik tersebut,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia juga memberikan apresiasi kepada Bupati Bengkalis beserta rombongan yang hadir saat itu.

“Kami berikan apresiasi kepada seluruh jajaran di Pemerintah Kabupaten Bengkalis yang telah datang ke Kemenag RI ini. Kami mendukung sepenuhnya aoa yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Bengkalis ini,” ujarnya.

“Kemenag RI ini hanya memfasilitasi apa yang menjadi hak dari sebuah perguruan tinggi, jika seluruh syarat telah dilengkapi, maka dalam waktu dekat kemenag bisa merubah status sebuah perguruan Tinggi menjadi negeri. Tetapi semua itu juga harus berkonsultasi dengan instansi yang terkait,” ucapnya.(rls)