DURI (Riaulantang)– Sekolah Islam Terpadu (SIT) Al-Kautsar Duri, Sabtu (16/12) melaksanakan Wisuda Tahfizh Lintas Usia Sekolah ke-3. Sebanyak 84 siswa dari kelas 2 SD hingga kelas 9 SMP menjalani prosesi  wisuda yang diawali pawai taaruf, uji petik dan pelantikan. Turut menyaksikan sejumlah pengurus YPIT SIT Umul Quro Bogor selaku pencipta metode membaca Al Quran Cahayaku (Nurii).

“ Wisuda kali ini tidak hanya Juz 30, akan tetapi juga penghafal Juz 1,2,3,28 dan 29. Dari 150 siswa yang diseleksi sebanyak tiga kali akhirnya hanya 84 orang yang dinyatakan layak diwisuda. Bagi yang belum lulus, diharapkan jangan berkecil hati, masih ada kesempatan di semester kedua. Setiap tahun kita melaksanakan dua kali wisuda tahfizh. Dan bagi yang sudah diwisuda terus meningkatkan bacaan hafalannya pada juz berikutnya,’’ ujar Ketua YPIT Al Kautsar Duri, H. Yulizar Uyun.

Pada kesempatan wisuda tahfizh tersebut turut hadir perwakilan MUI Mandau, LPTQ Mandau dan sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat. Para orangtua siswa juga ikut mendampingi anak-anaknya yang wisuda di Aula Lantai III SIT Al Kautsar. Sementara empat pengurus YPIT Umul Quro Bogor yang hadir yaitu, Eman Sulaeman S.Sos.I, Sintawati S.Si, M.Pd, Eko Budi Setioaji S.Pd dan Dra. Ilis Istiqomatunisa.

“ Disamping melaksanakan wisuda, selama empat hari mulai dari Kamis sampai Ahad, kita juga mengadakan kegiatan workshop pelatihan terhadap guru-guru bagaimana menjadi murabbi pengajar Al Quran yang baik dan benar, kemudian dilanjutkan sertifikasi Al Quran metode Cahayaku Nurii dan dialog bersama para pengurus YPIT Umul Quro Bogor. Tak hanya guru-guru kita saja, guru-guru dari sekolah lain pun juga ikut ambil bagian dalam sertifikasi Metode Cahayaku. Karena metode pembelajaran ini sangat memudahkan bagi anak untuk membaca dan menghafal Al Quran,’’ ungkapnya.

Sementara itu, dalam sambutannya Eman Sulaeman mengatakan bahwa implementasi metode Cahayaku di Al Kautsar salah satu yang terbaik. Salah satu bukti sekolah-sekolah lain di Mandau mulai tertarik mempelajari metode bacaan yang dipelopori Umul Quro. “ SIT Al Kautsar satu-satunya sekolah di luar Jawa yang memakai metode Cahayaku. Sudah beberapa kali studi banding ke Bogor. Kita disini saling berbagi ilmu. Setiap kali ke Al Kautsar selalu ada perkembangan hingga sudah tiga kali melaksanakan wisuda tahfizh. Tentu saja kita sangat senang metode pembelajaran Cahayaku ini dapat diterapkan dengan baik, cepat menyebar ke sekolah-sekolah lain. Semoga bermanfaat menjadi amal soleh hendaknya, melahirkan anak-anak cinta Al Quran dan isi kandungannya dapat merasuk ke hati,’’ ujarnya.

Wisuda ini sendiri lanjut Eman bukanlah akhir dari proses pembelajaran, melainkan langkah berikutnya untuk mempelajari Al Quran secara menyeluruh. Peran orangtua dan guru sangat penting bagi anak untuk dapat menghafal Al Quran dengan benar. “ Diciptakannya metode Cahayaku ini bertujuan menghadirkan bacaan Al Quran yang baik dan standar. Cahayaku punya kekhasan sendiri. Jadi metode ini nantinya bisa juga ditularkan ke sekolah-sekolah lain di Mandau. Untuk mengajarkannya terlebih dahulu melalui proses sertifikasi Umul Quro. Dan guru-guru Al Kautsar sudah banyak memiliki sertifikasi ini,’’ tukasnya.(dan)