PEKANBARU (Riaulantang) – Sekitar seribuan guru Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-kota Pekanbaru menggelar aksi demonstrasi ke kantor walikota menuntut Walikota Firdaus mencabut Peraturan Walikota (Parwako) nomor 07 tahun 2019 tentang Tunjangan Tambahan Penghasilan (TPP) Daerah.

Aksi yang dimulai sekitar pukul 09.300 WIB itu sempat memacetkan jalan Sudirman dimana terjadi antrian kendaraan yang cukup panjang, sehingga arus kendaraan terpaksa dialihkan. Aksi guru yang mendapatkan pengawalan dari kepolisian dan Satpol PP tersebut, meminta walikota Firdaus menemui mereka dan segera mencabut Perwako tersebut karena menyangkut hak guru yang tiba-tiba dihapuskan begitu saja.

Keinginan guru-guru tersebut tidak kesampaian, karena walikota tidak menemui pendemo dan hanya mengutus Sekretaris Kota H.M.Noer didampingi Kapolresta Pekanbaru Kombes Susanto.

Dihadapan guru-guru tersebut Sekdako memohon maaf atas publikasi yang disampaikan di media atas seloroh, jika guru tetap meminta tunjangan profesi silahkan pindah.

“Saya atas nama Sekko Pekanbaru meminta maaf atas pernyataan yang disampaikan sebelumnya, karena tidak ada maksud seperti diberitakan tersebut. Dimana pernyataan saya dipelintir mediamassa, dan saya sangat menghargai para guru,”ucap Sekko dihadapan guru seraya mengkambinghitamkan media.

Ia mengaku telah memanggil perwakilan guru untuk merundingkan serta mencari solusi atas tuntutan tersebut. Namun pertemuan Sekko itu sendiri tidak berlangsung lama, karena Sekko meninggalkan guru-guru yang tetap melaksanakan aksi tersebut.Pernyataan yang disampaikan Sekko tidak memuaskan para guru.

Ancam Mogok Mengajar
Sejumlah guru yang ditemui mengaku apabila Perwako 07/2019 tidak dicabut mereka mengancam akan melakukan aksi mogok mengajar sampai ada kejelasan. Aksi Senin (11/03/2019) itu merupakan aksi lanjutan dar iaksi seminggu sebelumnya, dan para guru akan kembali menggelar aksi Selasa (12/03/2019) ke kantor walikota.

“Kami menuntut Perwako nomor 07 tahun 2019 itu segera dicabut. Kalau tidak kami akan tetap melakukan aksi dan akan mogok mengajar, karena TPP Daerah itu adalah hak kami, kenapa harus dihapuskan,”kata salah seorang guru.

Aksi yang dilakukan para guru itu juga dipicu pernyataan Sekko H.M.Noer yang entah berseloroh entah serius mengatakan seraya mempersilahkan guru untuk pindah dari Kota Pekanbaru jika masih tetap menuntut tunjangan profesi dibayarkan. Namun Sekko mengklarifikasi bahwa pernyataan tersebut hanya berseloroh.

Dalam aksi tersebut para guru meneriakkan nama Walikota Firdaus dan Sekko H.M.Noer terkait TPP Profesi dan mencabut pernyataan yang menyakitkan para guru tersebut. Sekko sendiri sempat menyebutkan bahwa sudah ada pertemuan dengan perwakilan guru, namun sejauh inibelum ada hasil maksimal.

Sejumlah guru dalam aksi tersebut sempat membacakan surat Yasin sebagai akumulasi kekecewaan mereka atas kebijakan Walikota Firdaus. Mereka menyebut hati nurani Walikota Firdaus telah mati karena tidak mau menemui mereka dan para guru menyebut Firdaus tidak bertanggungjawab selaku walikota.(afa)