DURI (Riaulantang)– Sempena peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2018, Forum Anak Kecamatan Mandau dan Pinggir menggelar berbagai kegiatan, diantaranya road show ke pondok pesantren dan panti asuhan serta touring di sejumlah desa.

Sebagaimana dilakukan oleh Forum Anak Kecamatan Mandau, pada Selasa 1 Mei 2018, mengunjungi Pondok Pesantren dan Panti Asuhan Al Huda Jalan Nusantara 1 Duri, Kecamatan Mandau. Kehadiran mereka selain untuk memperkenalkan keberadaan Forum Anak Kecamatan Mandau, juga untuk meningkatkan silaturahmi dengan teman-teman sebaya yang  di pondok pesantren dan panti asuhan tersebut.

“Selama berada di Pondok Pesantren dan Panti Asuhan Al Huda, seluruh pengurus membaur dan menyaut dengan adik-adik dan teman-teman. Kami bersenda gurau dan tertawa dan bersuka cita,” ungkap Ketua Foruma Anak Kecamatan Mandau, Cattleya Dwiatty.

Selain itu, pengurus Forum Anak Kecamatan Mandau memberikan materi tentang keberadaan forum anak, ice breaking dan senam three ends. Ternyata antusias para santri sangat tinggi dan penuh semangat. Keberadaan Forum Anak Kecamatan Mandau ini, dibina oleh ibu Asminar, M.Mpd dan Kepala UPT Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Titik.

Sementara itu, pada Rabu 2 Mei 2018, Forum Anak Kecamatan Pinggir (Fan Gir) melakukan touring ke pelosok desa di daerah itu, kegiatan ini untuk mencari tahu apakah masih ada sekolah yang tidak layak huni di Kecamatan Pinggir ini dengan segala aspek penilaian.

Fasilitator yang turut hadir pada touring itu, Hafizhatul Afifah, Muhammad Rilam Prasandy, Ananda Airlangga, dan Rona Riski Ananda

“Kami mulai berjalan dari Kelurahan Titian Antui, lanjut ke Kelurahan Balairaja, kemudian ke Desa Semunai, Desa Pinggir, berjalan terus hingga sampailah di km 6 dan kemudian Km 7 Desa Buluh Apo, lalu berjalan lagi hingga ke Desa Tengganau dan ke Desa lainnya dan perjalanan dimulai pukul 10.30 WIB,” ungkap Hafizhatul Afifah

Menurut Hafizhatul Afifah, kenyamanan dalam belajar adalah hal yang terpenting dalam menimba ilmu. Apabila, kenyamanan tidak didapatkan, maka pendidikan adalah nol. Atas dasar itu, maka FAN Gir turun langsung ke desa-desa untuk untuk melihat keadaan sekolah-sekolah yang ada di Kecamatan Pinggir ini.

“Alhamdulillahirabbil’alamin, dari beberapa sekolah yang kami temui, semuanya layak pakai dan layak dipergunakan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM). Bangunan kokoh, ruangan cukup dengan kapasitas siswa yang sesuai, kebersihan yang terjaga, dan nyaman untuk KBM,” ujar Hafizhatul Afifah

Tidak hanya itu, berkat touring ke desa-desa, terdapat banyak pengalaman yang diperoleh. Mulai dari pengalaman berkenalan dan lebih dekat dengan masyarakat, berlatih sabar dengan segala rintangan yang ada, pantang menyerah karena sempat bolak-balik juga akibat tersesat di jalan, merasa lebih dekat dan berkeluarga dengan sesama pengurus, dan masih banyak hal lainnya. “Sebab belajar bukan hanya di sekolah,” ujarnya.

Dikatakan Hafizhatul Afifah, ada satu pelajaran yang dapat kami petik dari kegiatan touring ke desa-desa, yaitu semakin ingin kamu mencapai puncak keberhasilan, maka akan  semakin banyak rintangan yang kamu temukan. “Nah, apabila kita ingin berhasil maka jangan pernah menyerah dari rintangan yang datang menghadang,” tandasnya.(rls)