PEKANBARU (Riau Lantang) – Data jumlah penderita penyakit Infeksi Saluran Pernafasan (ISPA) diseluruh Riau yang disajikan ke publik oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Riau diragukan oleh GubernurSyamsuar, sehingga Gubernur meminta Dinkes Riau melakukan cross ceck ulang ke lapangan.

Bahkan Gubri seperti tak percaya dengan sajian data penderita ISPA versi Dinkes Riau yang menyebutkan jumlah penderita ISPA di kota Dumai jauh lebih banyak daripada di Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis.

Dinkes sendiri merilis kalau penderita ISPA di Kota Dumai mencapai 2.199 jiwa sedangkan di Kabupaten Bengkalis hanya 247 jiwa,padahal kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terluas ada di Kabupaten Bengkalis.

“Kurang masuk akal data penderita ISPA yang disampaikan, Kota Dumai lebih banyak dari Rupat Bengkalis. Coba dilakukan crossceck ulang lagi ke lapangan lewat seluruh puskesmas,”perintah Syamsuar kepada kepala Dinkes Riau Mimi YulianiNazir, Rabu (27/02/2019) sore saat memimpin rapat Karhutla.

Gubri Syamsuar meminta Dinkes Riau melakukan pengecekan ulang terhadap jumlah tersebut, dimana data yang diperoleh Dinkes Riau berasal dari Puskesmas-Puskesmas serta Dinas Kesehatan di kabupaten dan Kota di Riau. Bahkan Gubri merasa mustahil jumlah penderita ISPA di Dumai bisa jumlahnya 10 kali lebih banyak dari kabupaten Bengkalis,daerah penghasil hotspot atau titik api terbanyak karhutla di Riau dalam sepekan terakhir.

“Kondisi udara di Rupat dan sebahagian kawasan pesisir Bengkalis jauh lebih berbahaya dari kota Dumai. Kemudian titik api terbanyak ada di Rupat dan beberapa kecamatan lain di kabupaten Bengkalis. Anehnya penderita ISPA kok lebih banyak di Dumai,”tanya Syamsuar lagi dihadapan peserta rapat.

Kadinkes Riau Mimi Yuliani Nazir sempat memberikan argumen kepada Gubri bahwa penderita ISPA terbanyak di Dumai disebabkan arah angin sehingga asap kebakaran di Rupat bergerak kearah kota Dumai.Namun Syamsuar tidak serta merta percaya dengan alasan Kadinkes tersebut dan tetap meminta crossceck ulang ke lapangan.

Pada kesempatan itu Kadinkes Mimi juga memaparkan soal penyaluran masker kesejumlah daerah yang terdampak akibat karhutla,serta penyaluran makanan untuk ibu hamil dan balita disejumlah daerah.(afa)