PEKANBARU (Riaulantang)- Proyek pembangunan kamar operasi RSUD Mandau tahun 2016 sebesar Rp 11,606.296.000 mendapat sorotan dari kalangan pemerhati. Pasalnya proyek itu diduga merugikan keuangan daerah sebesar Rp 1,1 Miliar. Ditengarai ada kelebihan bayar yang dilakukan RSUD Mandau sebesar Rp 1,1 miliar ke rekanan PT Sinar Baru Mitra Jaya yang melaksanakan proyek itu.

Hal tersebut diungkap Pemerhati masalah sosial dan pembangunan Pekanbaru Edie Gustien. Menurutnya kelebihan bayar proyek pembangunan kamar operasi RSUD Duri tersebut, baru Rp 200 juta dikembalikan ke kas daerah Bengkalis tanggal 05 Juni 2018. Sedangkan sisanya Rp 891.216.200,00 diduga belumdikembalikan sejauh ini.

“Kalau memang sisa kelebihan bayar Rp 891 juta belum dikembalikan ke kas daerah, tentu proyek tersebut bisa dikategorikan menjadi ranahnya penegak hukum untuk memulai penyelidikan.,”tegas Edie Gustien, Kamis (21/03/19)

Diungkapkannya, kelebihan bayar yang terjadi diduga disebabkan kelalaian panitia lelang (ULP bersama Pokja,red), PPK yaitu Direktur RSUD Duri ketika itu (Ersan Syahputra,red) dan PPTK. Dimana dalam pelaksanaan lelang tidakdilakukan evaluasi menyeluruh, termasuk harga penawaran dari rekananyang tidak mendekati Harga Penawaran Sementara (HPS). Tidak hanya itu dari hasil pemeriksaan terdapat dokumen yang menunjukan adanya pola kerjasama antara PT.Sinar Baru Mitra Jaya dengan PT.Aneka Gas Industri selakusubkontraktor.

“Banyak kejanggalan dalam pelaksanaan proyek ini. Termasuk masalah adanya subkontraktor dalam pelaksanaan proyek yang tidak tertuang dalam dokumen PPK. Makanya ini perlu mendapat perhatian serius. Ada kongkalikong dalam proyek yang merugikan keuangan daerah y cukup besar ini,” jelasnya.

Terkait diduga kelebihan bayar yang cukup besar ini, Direktur RSUD Mandau melalui Kepala Seksi Humas dan Pemasaran, dr Rangga Mooendanoe ketika dikonfirmasi menegaskan dugaan tersebut diatas

“Dapat di pastikan tidak benar. Hasil audit BPK sendiri pada tahun 2016 dan 2017 tidak ditemukan penyimpangan-penyimpangan seperti itu,” ujarnya.(afa)