DURI (Riaulantang)- Setoran untuk mendapatkan paket proyek APBD Bengkalis 2017  makin marak terdengar. Kali ini dilantangkan tokoh pemuda Mandau, Muhamad Efrizal yang tak terima setoran 25 persen untuk mendapatkan paket proyek dinas Pendidikan di Mandau.

Kepada Riaulantang, Rabu (19/07/17/ M Efrizal mengungkapkan kekesalan bobroknya sistem paket proyek yang harus disetorkan pada pejabat di lingkungan Pemkab Bengkalis itu.

“Mau di jadikan apa kami rekanan ini. Sapi perahan?. Masa untuk mendapatkan paket proyek PL dinas Pendidikan harus setor 25 persen,” ungkap Efrizal berapi-api.

Dikatakannya setoran 25 persen itu langsung diminta Plt Kadis Pendidikan Bengkalis, Edi Sakura, M.Pd. Itu dilontarkan di dua kali pertemuan.

“Dia tidak main-main dengan setoran 25 persen itu. Dua kali pertemuan dia tetap minta 25 persen.Kalau begini caranya, mau jadi apa dunia pendidikan kita ini,” sesalnya lagi.

Efrizal mengaku tidak main-main dengan statemennya ini. Pasalnya dia gerah dengan sistem setoran 25 persen yang memberatkan itu.

“Saya bertanggung jawab dengan ucapan saya. Ada saksi yang mendengar dia (Plt Kadis Pendidikan-red) minta 25 persen itu. Pertama ketika pertemuan di kantor Camat Mandau, kedua di rumah bupati,” tegas Efrizal yang juga Ketua Dewan Pemuda Kota Duri.

Dipaparkan Efrizal, jika paket PL yang dimaksud seharga Rp 200.000.000, maka dia harus mengeluarkan uang Rp 50 juta. Ditambah pajak 12,5 persen dan juga fee jika memakai perusahaan orang lain.

“Jika ini terus berlangsung, mau makan apa kami lagi. Sementara jika ada masalah di proyek itu kami yang bertanggung jawab,'” keluhnya.

Terkait tudingan setor 25 persen ini, Plt Kadis Pendidikan Bengkalis Edi Sakura, MPd yang dihubungi Riaulantang via seluler mengaku tengah ada acara. Pesan singkat terkait tudingan yang dialamatkan ke PLt Disdik Bengkalis itu belum dijawab. (Susi)