Pekanbaru (Riau Lantang) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) merencanakan pembangunan System Pengadaan Air Minum (SPAM) untuk regional Indragiri bisa dilaksanakan mulai tahun 2020 atau 2021 mendatang.
Sedangkan untuk tahun 2019 direncanakan pembuatan studi kelayakan (Feasibility Study/FS,red).

Kepala Bidang Air Minum Dinas PUPR Riau Muhammad Arif belum lama ini mengatakan bahwa Intake SPAM untuk kawasan Indragiri diharapkan dapat terlaksana secepatnya sebagai sarana pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat. Tahun 2019 ini sudah memasuki tahap study kelayakan yang mana kemudian baru dilaksanakan dengan pembuatan detail engineering design (DED) atau perencanaan untuk Intake SPAM Indragiri tersebut.

“Sekarang baru tahap studi kelayakan, dimana dilakukan kajian menyeluruh terkait sumber air baku, system pendistribusian melalui pipanisasi, serta lokasi untuk Instalasi pengolahan Air Baku (IPA) nantinya. Setelah FS, tentu akan dilanjutkan dengan pembuatan perencanaan yang meliputi pekerjaan tekhnis Intake SPAM itu sendiri,”terang M.Arif.

Dipaparkan bahwa SPAM Regional Indragiri meliputi dua kabupaten yakniIndragiri Hilir dan Indragiri Hulu. Pihak PUPR Riau sendiri sekarang tengah menyiapkan dokumen untuk studi kelayakan, dimana nantinya pekerjaan fisik SPAM Regional Indragiri pendanaannya bisa dilakukandengan system keroyokan atau sharing budget antara pemerintah pusat,provinsi Riau serta kedua kabupaten bersangkutan.

“Soal pendanaan nantinya menyangkut dengan kebijakan kepala daerah,dalam hal ini gubernur bersama kedua bupati beserta pemerintah pusat.Karena pendanaan untuk Intake SPAM ini menelan biaya ratusan miliar bahkan bisa menembus angka triliunan dan itu bukan kewenangan kit amembahasnya,”jelas Arif lagi.

Soal sumber air baku, ditambahkannya bisa berasal dari sungaiIndragiri karena sungai tersebut memang mengaliri kedua kawasan bersangkutan. Namun tidak tertutup kemungkinan sumber air baku berasal dari lokasi lainnya, dengan syarat afektif serta efisien dan padat menjangkau seluruh wilayah.

“Untuk sumber air baku kita lihat saja nanti dari hasil studi kelayakan yang dibuat. Ada sungai Indragiri atau sumber lainnya,”tutup Arif.(afa)