PEKANBARU (Riau Lantang)- Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Kepala Daerah (GubernurRiau,red) tahun 2018 serta LKPj Akhir Masa Jabatan (AMJ) 2014-2019,Senin (11/02/2019) diwarnai aksi walk out (W.O) beberapa anggota dewan serta skorsing rapat oleh Ketua DPRD Riau Hj.Septina Primawati.

Ketua Dewan Septina bahkan dituding sejumlah anggota DPRD Riau telah menabrak tata tertib (tatib) DPRD Riau sendiri dengan tetap melaksanakan Rapat Paripurna meskipun secara fisik diruang sidangtidak dihadiri ½ tambah 1 anggota DPRD Riau. Total jumlah anggota DPRD Riau adalah 65 orang, artinya Rapat Paripurna harus dihadiri 33 orang diruang sidang bukan dalam bentuk absensi, seperti yang terjadi pada rapat paripurna tersebut.

Diketahui absensi diteken 36 orang wakil rakyat, namun saat rapat dimulai anggota dewan yang hadir secara fisik diruang sidang hanya 29 orang dan sontak sejumlah anggota dewan meminta rapat diskorsing dahulu. Septina-pun menkorsing rapat hampir 10 menit, namun jumlah anggota dewan masih tetap tidak kuorum, namun pimpinan DPRD tetap melanjutkan paripurna tanpa mengindahkan protes beberapa anggota dewan.

Rapat Paripurna penyampaian LKPj tahun 2018 dan LKPj AMJ 2014-2019itu disampaikan langsung Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim. Turut hadir Sekdaprov Ahmad Hijazi, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda)serta untuk dari lembaga vertikal, pengurus Partai Politik dan pemuka masyarakat.

Begitu Rapat Paripurna dilanjutkan ketua DPRD, ketua Badan kehormatan(BK) DPRD Riau DR.H.Ilyas HU MH dari partai Nasdem dan anggota DPR Ddari Partai Gerindra Husni Thamrin keluar ruang sidang sambil mencak-mencak. Tidak hanya Ilyas dan Husni yang melakukan W.O, sekitar 3 orang anggota dewan lainnya juga keluar ruang sidang disaat Gubernur Riau Wan Thamrin membacakan LKPj

“Masa anggota yang hadir baru 29 orang, paripurna tetap dilaksanakan. Inikan jelas melanggar tatib yang dibuat sendiri, karena kehadiran anggota dewan harus dibuktikan dengan kehadiran fisik bukan hanya absensi. Paripurna ini jelas tak kuorum, tapi kok tetap ngotot dilanjutkan. Ini cacat hukum. Makanya saya keluar dari ruangan sidang,” kata Ilyas kepada sejumlah wartawan.

Kejadian tersebut berawal saat Anggota Fraksi Gerindra Sejahtera Husni Thamrin meminta pimpinan sidang untuk menskor rapat paripurna,karena jumlah anggota DPRD Riau yang hadir dicurigai kurang dari 33 orang. Hal itu terjadi saat Ketua DPRD Riau Septina Primawati membuka rapat paripurna yang dihadiri Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim,seketika Husni meminta sidang di skor.

“Izin pimpinan, saya hitung tak sampai 36 orang, mohon di skor sidang,diulang hitung anggota dewan yang hadir,”protes Husni.(afa)