PEKANBARU (Riau Lantang) – Rapat Paripurna dengan agenda pandangan umum fraksi-fraksi di DPRD Riau atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Gubernur Riau (Gubri) tahun 2018 dan LKPj akhir masa jabatan (AMJ) 2014-2019 dilaksanakan di ruang sidang DPRD Riau, Senin (18/02/2019).

Rapat Paripurna itu sendiri dipimpin Wakil Ketua DPRD Riau Kordias Pasaribu dihadiri Ketua DPRD Riau Septina Primawati Rusli dan Wakil Ketua Noviwaldi Jusman, dihadiri Sekdaprov Ahmad Hijazi serta unsurbForum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Riau dan 40 wakil rakyat Bumi Lancang Kuning. Pada penyampaian pandangan umum fraksi tersebut, dari delapan fraksi sebanyak empat fraksi tidak membacakan pandangan umum mereka dan menyerahkan langsung kepada pimpinan rapat.

Keempat fraksi tersebut adalah PDI Perjuangan dimana juru bicara Ev Tenger Sinaga menyerahkan pandangan fraksinya kepada pimpinan rapat Kordias Pasaribu. Demikian juga halnya dengan fraksi Demokrat, fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Fraksi Nasdem-Hanura.

Sedangkan empat fraksi yang membacakan pandangan umum mereka adalah Fraksi Partai Golkar dengan juru bicara Karmila Sari, dimana Fraksi Partai Golkar memberikan apresiasi terhadap kinerja Pemprov Riau dakam kurun waktu lima tahun terakhir dengan sejumlh catatan.

“Penurunan jumlah warga miskin, meningkatnya pendapatan perkapita dan realisasi PAD mencapai 91,8 persen patut mendapat apresiasi. Namun kedepannya sejumlah sektor yang mendatangkan PAD harus lebih ditingkatkan lagi, termasuk pembangunan infrastruktur dan pengembangan pariwisata harus lebih digairahkan,”ungkap Karmila.

Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) dengan tajam menyoroti kinerja Pemprov Riau dalam lima tahun terakhir lewat juru bicaranya Bagus Santoso.

Sedangkan Fraksi Gerindra Sejahtera dengan juru bicara Markarius Anwar menyinggung tentang pembangunan infrastruktur yang belum merata diseluruh kabupaten dan kota di Riau. Fraksi gabungan Partai Gerindra dan PKS ini juga menyebut soal tapal batas antar daerah masih ada yang belum tuntas.

Sementara itu Fraksi Kebangkitan Bangsa dalam pandangan umum yang dibacakan Solihin Dahlan menyayangkan pertumbuhan ekonomi Riau tahun 2018 yang tumbuh lambat dibandingkan tahun 2017 lalu yang hanya 2,34 persen. Hal tersebut menurutnya berdampak pada pertumbuhan keseluruhan ekonomi daerah, meski tidak terlalu signifikan.(afa)