DURI (Riaulantang)-  Sekolah Alam Duri ( Sari), Sabtu (30/09/17) kembali menggelar kegiatan parenting bersama orang tua siswa,  Kegiatan yang dipusatkan di Aula Sekolah Alam ini disambut antusias orang tua murid.

Menghadirkan Guntur Gantara S.T, M.MT sebagai pemateri, seminar ini mendapat perhatian orang tua.  Materi yang dibahas menyangkut pendalaman Framework Fitrah Based Education, Fitrah Based Education for Home Education, Fitrah Based Education for School dan Community Based Education, dan Parental Engagement di Sekolah yang di adopsi dari Ustadz Harry Sentosa selaku Pencetus pendidikan Based on Fitrah.

“Sesungguhnya Allah menciptakan manusia sesuai dengan fitrah, untuk itu sejatinya pendidikan dibuat untuk menumbuhkan minat dan  mengembangkan potensi dirinya (fitrah).” Namun kini fitrah fitrah tersebut tidak tumbuh semestinya, karena lingkungan yang membentuknya,” jelas Guntur.

Diuraikannya  dalam menyiapkan generasi ‘Aqil Baligh di usia 8-14 tahun, orangtua  bertugas memandu anak untuk “KAYA” akan gagasan. Setelah sebelumnya (0-7tahun) anak sudah  KAYA-kan wawasannya. Saat ini anak boleh bergonta ganti ide. Pada fase tujuh tahun kedua anak (8-14 th), orangtua menjadi teman bermain bagi anak, dan anak mulai bisa mempunyai peran dalam keluarga besar dan komunitas. 

Di usia 8-14 tahun, merupakan saat untuk menularkan value dan karakter, karena di usia 0-7 tahun anak merupakan saat pembentukan karakter. Value keluarga dan karakter tidak bisa diajarkan tetapi ditularkan melalui keteladanan.

“Anak usia 8-14 tahun umumnya sudah mulai tidak ego sentris, mulai melihat nilai-nilai sosial dan etika-etika dasar, dalam ajaran Islam. Pada usia setahun sebelumnya (7 tahun) anak sudah mulai diperintahkan shalat. Dalam hal ini kita sepakat diperlukan peran orang tua agar adab dan fitrah anak tumbuh selaras, karena orangtualah yang paling kenal potensi keunikan anak anaknya,” ungkapnya.

Dipaparkannya lagi, membangun “home education” bukanlah pilihan tetapi kewajiban setiap orangtua. Porsi kuantitas waktu dan kualitas perhatiannya mesti jauh lebih banyak bahkan meniadakan porsi persekolahan.

Sementara itu, Ketua pelaksana, Yudha Rindu Kurnia menjelaskan kegiatan parenting yang dihadiri oleh orang tua siswa ini bertujuan untuk kembali menyadari peran orangtua  sebagai penerima/penjaga amanah Allah SWT dengan tujuan utama adalah untuk mencintai Allah SWT melalui penguatan Aqidah (ketauhidan) dan Akhlak (keshalihan dalam amalan) 

“Alhamdulilah antusias orang tua siswa luar biasa. Dimana orangtua siswa ingin berperan aktif dalam perkembangan anaknya dengan kerjasama dengan pihak di sekolah. Artinya ini juga akan mengembalikan fitrah kesejatian peran orangtua, kesejatian fungsi rumah, kesejatian pendidikan, kesejatian anak anaknya,” ungkapnya.

Disisi lain wali murid Lasmi  berharap  

kegiatan parenting orang tua siswa ini terus berlanjut.

“Kami sadar sebagai orang tua tidak semuanya faham dengan pendididkan berdasarkan fitrah anak, dan kami mengucapkan banyak terimaksih kepada panitia yang sudah menyelanggarakan parenting yang mengambil tema yang luar biasa ini, “ujar Lasmi. (susi)