DURI (Riaulantang) – Dihadapan sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Camat Mandau, Riki Rihardi menyampaikan berbagai usulan program prioritas. Usulan itu disampaikan pada kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Mandau yang digelar di Gedung Bathin Betuah, Kantor Camat Mandau, hari ini, Rabu, 13 Februari 2019.

Usulan Riki Rihardi, meliputi peningkatan jalan poros Desa Harapan Baru dan Bathin Bertuah. Saat ini jalan poros menuju kedua desa tersebut belum memadai, jika musim panas jalan menjadi berdebu, sebaliknya jika musim hujan jalan becek. Menurutnya, jalan poros yang menghubungkan kedua desa itu sangat vital, oleh karena itu Riki minta untuk tahun 2020 masuk skala prioritas.

Selain itu, mantan Kabag Umum Sekretariat Daerah ini juga mengusulkan pengembangan dan peningkatan jalan Gajah Mada dibuat dua jalur sepanjang 2 Km. Alasannya, jalan tersebut sangat ramai dan padat, sehingga terjadi kemacetan.
Kondisi terparah terjadi pada pagi hari, disisi kanan kiri badan jalan, terjadi antrian warga menunggu jasa angkutan. Mereka terdiri dari pelajar, warga yang ingin bekerja dan berjualan.

“Pada pagi kondisi jalan sepanjang 2 Km, sangat ramai warga mengantri dan kendaraan angkutan berhenti di sisi badan. Kondisi ini menyebabkan kemacetan jalan,” ungkap Riki.

Atas dasar itu, makanya Camat Mandau mengusulkan agar Jalan Gajah Mada dibuat dua jalur. Untuk mendukung usulan itu agar dapat direalisasikan, Riki Rihardi, pernah turun langsung ke lapangan. Hasilnya, kondisi badan jalan masih bisa memungkinkan untuk diperlebar, menjadi dua jalur.

“Dari hasil survei kami, ternyata kanan kiri badan jalan, masih milik Pemkab Bengkalis, berarti kedepannya tidak ada kendala untuk pelebaran jalan menjadi dua jalur,” tandasnya.

Kemudian Riki juga menyingung realisasi blue print Jalan Hang Tuah dan Jalan Sudirman, terutama dalam pembangunan drainase pada kedua jalan tersebut. Karena ketika musim hujan, beberapa titik di jalan tersebut selalu banjir kilat alias digenangi air.
Riki juga menyinggung soal trotoar Jalan Sudirman. Saat ini kondisinya tidak memadai lagi, sehingga perlu perbaikan. Misalnya jika belum bisa dilakukan revitalisasi, untuk tahap awal bisa dilakukan pengecatan.

“Selain untuk memperindah kota, trotoar tersebut bisa difungsikan warga untuk berjalan kaki. Sebab sejauh ini, karena kondisinya rusak fungsi trotoar seakan beralihfungsi dilewati sepeda motor,” ujarnya.

Riki juga menyoroti masalah kandang ternak, yang keberadaannya mengganggu kenyamanan dan kebersihan masyarakat sekitar.

“Masyarakat banyak mengeluh kepada kami, sebab kandang tersebut berada ditengah pemukiman padat penduduk, sehingga baunya menggangu kenyamanan dan kebersihan,” jelasnya.

Oleh karena itu, Riki berharap OPD terkait dalam hal ini Dinas Pertanian ataupun Dinas Lingkungan Hidup agar meninjau keberadan kandang ternak tersebut.

Selain, Pelaksana Tugas Kepala Badan Perencanaan Daerah, H Yuhelmi, kegiatan ini juga dihadiri Kepala Dinas (Kadis) Pendapatan Daerah, H Imam Hakim, Kadis DLH Arman AA, Kadis Sosial Hj Martini, Kadis Perpustakan dan Arsip Daerah H Suwarto, Kadis Pengendalian Penduduk dan KB H Ismail, Kepala Balitbang Emri Juli Harnis, Kadis Perhubungan Djoko Edy Imhar.

Kemudian, Kadis Kelautan dan Perikanan Herliawan, Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu H Basuki Rakhmad, Kadis Damkar Djamludin dan Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik H Hermanto Baran.

Sedangkan dari unsur DPRD Bengkalis daerah pemilihan Mandau, tampak hadir H Abi Bahrum, Ibra Teguh dan dr H Fidel Fuadi.(susi)