PEKANBARU (Riaulantang)– Pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Riau, Kamis 28 Maret 2019 Pemerintah Kabupaten Bengkalis mengusulkan beberapa proyek strategis, bernilai triliunan rupiah. Proyek strategis yang diusulkan, diantaranya meliputi penanganan abrasi yang terjadi di Pulau Bengkalis dan Rupat sepanjang 60,35 Km dengan nilai Rp1,143 triliun. Kemudian, sektor infrastruktur jalan yang mencapai Rp506,2 miliar. Sektor kesehatan mencapai Rp37 miliar dan sektor pendidikan perguruan tinggi di Kabupaten Bengkalis.

Usulan itu disampaikan Bupati Bengkalis Amril Mukminin, diwakili Sekretaris Daerah, Bustami HY dan Plt Kepala Bappeda Yuhelmi, pada Musrenbang Provinsi Riau yang dibuka Gubernur Riau Syamsuar.

Seperti diketahui, kawasan yang mengalami abrasi pantai dengan intensitas yang tinggi di wilayah Kabupaten Bengkalis yaitu di pulau Bengkalis Kecamatan Bengkalis dengan laju abrasi antara 6 sampai 7meter per tahun. Pulau Rupat Kecamatan Rupat Utara dengan laju abrasi 5 sampai 6 meter pertahun.Sejauh ini, pihak Pemkab Bengkalis sudah melakukan penanganan di kawasan yang terparah akibat abrasi.

Namun kata Bustami HY, persoalan alokasi anggaran yang menjadi kendala dan permasalahan. Makanya, Pemkab Bengkalis secara insten melakukan pendekatan dengan Pemerintah Provinsi Riau maupun Pusat.

Kemudian, terkait pembangunan infrastruktur untuk membuka aksesibilitas dan konektifitas antar wilayah, Pemkab Bengkalis mengusulkan alokasi sebesar Rp506,2 miliar. Meliputi, pembangunan jalan Gajah Mada, Duri Kecamatan Mandau senilai Rp314,6 miliar. Jalan Gajah Mada, merupakan jalan penghubung Kecamatan Mandau dengan Kecamatan Pinggir maupun antara desa-desa menuju ibu kota kecamatan.

Kemudian, jalan Air Putih-Pelabuhan Sri Setia Raja, Selatbaru Rp81.6 miliar dan pelabuhan penyeberangan Roro Ketamputih Rp110 miliar. Jalan ini menghubungkan Desa Air Putih menuju Pelabuhan Bandar Sri Setia Raja sepanjang panjang 20,28 Km, terdiri Jalan Air Putih–Selat Baru 13,76 Km dan Jalan Berancah–Pelabuhan Sri Setia Raja sepanjang 6,52 Km.

Pelabuhan penyeberangan roro Ketamputih, Kabupaten Bengkalis–Dakal, Kabupaten Kepulauan Meranti, senilai Rp. 110 miliar. Rencana pembangunan pelabuhan penyeberangan yang mengubungkan dua kabupaten ini, sudah tertuang dalam RPJMN Tahun 2014 -2019.

Pada Musrenbang itu, Bengkalis juga mengusulkan ke Provinsi Riau dukungan program kesehatan, yakni pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kecamatan Rupat dan Bukit Batu. Hal ini penting, mengingat, secara geografis, Kabupaten Bengkalis terdiri dari pulau dan darat.

“Memang saat ini, kita sudah punya dua RSUD di Kecamatan Mandau dan Pulau Bengkalis. Kedepan kita usulkan dua RSUD lagi,” ungkap Bustami.

Sedangkan sektor pendidikan, dalam rangka peningkatan kualitas manusia, khususnya di bidang pendidikan, perlu upaya peningkatan kualitas perguruan tinggi. Saat ini Kabupaten Bengkalis telah memiliki 2 (dua) Perguruan Tinggi Negeri, Politeknik Negeri Bengkalis dan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN), serta 1 (satu) Perguruan Tinggi dalam proses penegerian, yaitu Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STIE) Syariah.

“Dibutuhkan dukungan semua pihak khususnya Pemerintah Provinsi Riau dalam meningkatkan sarana–prasana, fasiltas pendidikan dan peningkatan kualitas pengajar,” pungkas mantan Plt Kepala BPKAD Bengkalis ini.(afa)