Pekanbaru (Riau Lantang) – Sampai dengan Selasa (26/02/2019) malam setidaknya masih ditemukan 23 hotspot (titik panas,red) disejumlah daerah di Riau, akibat dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yangterjadi dalam sepekan terakhir. Sementara itu jumlah penderita penyakit Infeksi Saluran Pernafasan (ISPA) mencapai 2.488 jiwa.

Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Riau mendeteksi masih adanya 23 hotspot pada level confidence 50 persen, dengan rincian hotspot di kabupaten Pelalawan 8 hotspot,Siak 7 hotspot, Bengkalis 5 titik panas, Indragiri Hilir 2 hotspot dan Dumai 1 hotspot. Dari 23 hotspot tersebut, 14 diantaranya berada pada level confidence 70 persen dan membahayakan bagi kesehatan wargadisekitarnya.

“Dari 23 hotspot itu terdapat 14 hotspot yang berada padalevel confidence 70 persen, artinya tidak hanya titik panas, tapi kemungkinan besar merupakan titik api. Sedangkan untuk curah hujan berpotensi turun pada siang hari potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang terjadi di hampir sebagian besar wilayah Riau,”papar Marzuki, Kepala Bidang Data dan Informasi BMKG Riau, diPekanbaru.

Sementara itu potensi hujan terjadi di wilayah Kabupaten Kampar, Siak,Pelalawan, Kota Pekanbaru, Kuantan Singingi, dan Indragiri Hilir. Pada Selasa kemarin Sementara suhu udara Riau berada di angka 23.0-33.0 derajat celcius dengan kelembapan udara 56-99 persen. Sementara arah angin berhembus ke Utara-Tenggara dengan kecepatan 10-27 kilometer perjam.

Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau mencatat penderita infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) akibat kebakaran hutan dan lahan(Karhutla) di Riau mencapai 2.488 jiwa yang terdapat di kota Dumai,Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Rokan Hilir.
Kepala Diskes Riau, Mimi Yuliani Nazir mengatakan bahwa, penderita ISPA terbanyak terdapat di Kota Dumai. Di Dumai yang terbanyak mencapai 2.199 jiwa. Karena sejak beberapa hari terakhir kota Dumai diselimuti kabut asap. Bahkan selain ISPA, lanjut Mimi, masyarakat diDumai juga didapati menderita pneumonia sebanyak 7 jiwa, asma 52 jiwa,iritasi mata 58 jiwa dan iritasi kulit 28 jiwa.

“Jadi selain Dumai, juga ada dua daerah yang mengalami karhutla hebat,dan Diskes setempat juga sudah melaporkan ada warganya yang terpapar ISPA, yaitu Rohil dan Bengkalis. Untuk Bengkalis terdapat 247 jiwaterkena ISPA, asma 15 jiwa, pneumonia 4 jiwa, iritasi mata 24 jiwa,dan iritasi kulit 13 jiwa. Kemudian, di Rohil terdapat 42 jiwa terkenaISPA, asma 4 jiwa, iritasi mata 8 jiwa, dan iritasi kulit 16 jiwa,”ulas Mimi.(afa)