Pekanbaru (Riau Lantang)- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla)disejumlah kabupaten dan kota di Riau makin meluas dan mengancam kesehatan warga maupun lingkungan. Bahkan sampai dengan Minggu (24/02/20190 jumlah hotspot (titik api,red) mencapai 900,41 hektar yang tersebr di beberapa daerah.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru,mendeteksi sebanyak 54 hotspot terdapat di beberapa daerah di Riau.Kabupaten Bengkalis menjadi penyumbang titik api terbanyak mencapai 28 hotspot.

Kepala Bidang Data BMKG Stasiun Pekanbaru, Marzuki mengatakan,pihaknya terus melakukan pemantauan secara berkelanjutan. Dimana dari 54 hotspot tersebut berada pada level confidence 50 persen dan tersebar di tujuh 7 kabupaten dan kota di Riau.

“Masih ada terdeteksi hotspot baru di beberapa daerah. Dimana hotspot terbanyak di kabupaten masih Bengkalis dengan 28 hotspot,” terang Marzuki.

Daerah lainnya yang ditemukan titik api adalah Indragiri Hilir sebanyak 9 titik api, Kota Dumai 6 hotspot, Rokan Hilir 4 hotspot,Pelalawan dan Meranti masing-masing 3 titik api dan Siak satu hotspot.

Kemudian sambung Marzuki, untuk hotspot yang berada pada level confidence di atas 70 persen, terdapat 40 hotspot (potensi titik api) yang tersebar di 6 kabupaten dan kota. Suhu udara berkisar 23-33 derajat celcius dengan tingkat kelembaban udara 55-98 persen.

“Potensi Karhutla kedepan masih terus terjadi, apabila tidak dapat dipadamkan. Hal itu berdasarkan kondisi cuaca serta suhu udara,”tambah Marzuki.

Sementara itu kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau Edwar Sanger menerangkan bahwa total lahan yang terbakar diseluruh Riau mencapai 919,41 hektar. Lahan dan hutan di kabupaten Bengkalis merupakan yang terluas terbakar mencapai 693 hektar.

“Pemadaman karhutla yang terjadi di beberapa kecamatan di Bengkalis sulit dipadamkan. Alasannya lokasi karhutla jauh dari jalan dan sulit dijangkau serta kondisi cuaca panas yang terjadi,”ujar Edwar.

Namun ungkap Edwar, bukan berarti tidak dilakukan pemadaman, pihak BPBD Riau, BPBD Bengkalis, TNI, Polri, Manggala Agni serta Masyarakat Peduli Api (MPA) turut dilibatkan, termasuk pihak perusahaan.
“Karhutla di Bengkalis khususnya sudah hampir terjadi diseluruhkecamatan. Nulai dari Rupat, Bukitbatu, Siak kecil, Bengkalis danBantan,”kata Edwar, Minggu (24/02/2019).(afa)