DURI (Riaulantang)-  Luar biasa, wisuda tahfidz lintas usia ke 7 Maqdis Ibadurrahman Duri, yang dipusatkan digedung serbaguna komplek gedung LAMR Mandau Simpang Pokok Jengkol Duri, Minggu (12/11/17). Ungkapkan itu disampaikan  Camat Mandau diwakili Fitri Anita dan Ketua MUI Mandau, Sakuran saat memberi sambutan diacara wisuda 274 santri dan siswa Ibadurrahman yang menghadirkan hafidz/ hafidzah alquran dari berbagai umur dan hafalan.

“Saya  tak menyangka wisuda ratusan tafidz seperti ini. Betul-betul lintas usia. Semula saya pikir wisuda anak-anak TK yang otaknya  masih bersih dan mudah untuk menghafal. Ternyata juga anak kakek, nenek yang umurnya diatas 70 Tahun. Luar Biasa. Ini memberi pelajaran kepada kita bahwa tak ada kata terlambat  untuk menyiapkan diri belajar, mempelajari dan mengamankan alquran,” jelas Fitri.

Fitri juga menyampaikan para wisadawan tafidz ibadurrahman ini merupakan mereka yang beruntung dan diberi hidayah oleh Allah SWT. Pasalnya dari ratusan ribu penduduk Mandau mereka yang diberi hidayah belajar di Maqdis Ibadurrahman dan bisa menamatkan hafalannya.

‘Yang wisuda hari ini mereka yang mendapat nikmatvyang luar biasa. Orang pikihan yang diberi hidayah oleh Allah SWT. Dari 190 ribu penduduk Mandau hany beberapa ratus orang saja yang diberi hidayah  melangkahkan kaki belajar tahfid ke Maqdis Ibadurrahman. Sungguh nikmat yang luar bisa yang patut disyukuri dan menjadi motivasi kita kedepan. Mudah-mudahan kita diberi hidayah sama untuk melangkahkan kaki ke maqdis Ibasurrahman untuk belajar dan mempelajari alquran,” jelas Fitri sembari titip harapan agar maqdis Ibadurrahman dapat mengambil peran dalam menyiapkan qori/qoriah MTQ Mandau yang pada MTQ tingkat kabupaten lalu rangkingnya anjlok dari 3 ke rangking 7.

Senada Tokoh Masyarakat yang juga mewakili Majelis Ulama Indonesia (MUI) Mandau, Sakuran juga mengungkapkan kata-kata luar biasa untuk wisuda lintas usia maqdis Ibadurrahman ini.

“Dari usia dini sampai usia nenek-nenek masih bersemangat hafalan alquran. Luar Biasa yang tak akan ditemukan di  daerah lain. Maqdis ini menjadi kebanggaan masyarakat Mandau,” tegasnya.

Sementara itu Direktur Maqdis Ibadurrahman Duri, dr Teddy Ardan menjelaskan wisuda lintas usia ke 7 ini di ikuti 274 peserta yang terdiri dari santri, murid TK Maqdis, SDIT Maqdis dan murid dari TK/SD lain yang belajar di Maqdis. Peserta termuda Anandita 3,8 tahun dan peserta tertua Rosnah Husni umur 77 Tahun.

“Selain wisuda termuda dan tertua, kita juga beri penghargaan untuk peserta hafalan terbanyak, terfavorite dan terbaik,” ungkapnya sembari menjelaskan wisuda hafalan terbanyak diraih Zamira Pratiwi hafal 6 juzz, wisuda favorite Adila dan Wisuda terbaik M Khairi Azzam yang hagal 1 surat setiap kali pertemuan.

Hadir dalam wisuda itu, anggota DPRD Bengkalis, H. dr Fidel Fuadi Datuk Majo Basa, para pengajar maqdis, tokoh agama, tokoh masyarakat serta ratusan orang tua siswa. (susi)