DURI (Riaulantang)- Setahun lebih beroperasi, keberadaan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Permata Citra Rangau (PCR) di Jalan Gajah Mada Km 3,5 Kelurahan Talang Mandi, Sebanga Duri mulai meresahkan warga. Pasalnya bukan hanya masalah limbah yang mulai mencemari lingkungan, suara bising mesin pabrik juga membuat warga menjadi tak nyaman.

Seperti di keluhkan Sari warga RT 05 RW 06 Kelurahan Talang Mandi. Kepada Riaulantang.com, Selasa (20/02/18) Sari mengungkapkan bau busuk dan asap dari pabrik membuat dia dan keluarganya menjadi tak nyaman berada dilingkungan itu lagi.

“Tiap hari kami harus mencium bau busuk dan asap dari pabrik ini. Suara bising mesin pabrik juga tak kalah menganggu.  Mau protes kemana kami tak tahu. Yang kami harap agar pemerintah tanggap dengan kondisi kami ini,” jelasnya.

Tidak hanya masalah bau dan kebisinvan operasional pabrik yang dikeluhkan warga, ungkapnya, pembuangan akhir limbah pabrik juga menjadi masalah. Sumber air bersih warga mulai tercemar dan berwarna hitam hingga membuat warga mulai terserang alergi dan gatal-gatal.

‘Sumber air bersih kami sudah berubah warna menjadi hitam. Kami sudah pernah protes ke pihak manajemen pabrik, namun sampai saat ini tidak pernah ditanggapi. Badan kadang gatal-gatal walau sudah mandi,” keluhnya.

Walau sudah banyak keluhan warga terkait operasional PKS PT PCR ini, tambahnya, namun belum ada tindakan dari pihak pemerintah untuk meninjau ulang keberadan pabrik ini. Untuk itu pihaknya berharap pemerintah segera turun meninjau kondisi pabrik yang mulai dikeluhkan warga ini.

“Kami harap dinas terkait bisa turun meninjau kelayakan pabrik ini,” harapnya.

Sampai berita ini di rilis, belum ada keterangan resmi dari pihak PKS PCR. (gun)