Menko Maritim Luhut diacungi salam dua jari saat jalan santai di Pekanbaru

PEKANBARU (Riaulantang) – Kapasitas Menteri Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan saat melakukan kunjungan kerja Minggu (04/03/2019) ke Pekanbaru, kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) dan Indragiri Hilir dipertanyakan pengurus DPD Partai Gerindra Provinsi Riau. Karena kunker Luhut tersebut lebih terkesan politis melakukan kampanye untuk pasangan calon presiden 01 Joko Widodo dan Makruf Amien.

“Cukup aneh, dia (Luhut Binsar Panjaitan,red) kan menteri kordinator bidang kemaritiman kok ngurusi hoax dan fitnah saat acara jalan santai di jalan Sudirman dan Cut Nyak Dien Kota Pekanbaru Minggu lalu. Lantas membagikan sertifikat di Kuansing serta mengurusi program keluarga harapan (PKH) serta mengurusi petani,”tanya Edi Gustien,Sekretaris DPD Partai Gerindra Riau, Kamis (07/03/2019).

Disinggungnya, soal sertifikat yang membagikan Menteri Maritim, padahal ada menteri agraria. Demikian juga soal PKH itu urusannya Menteri Pemberdayaan Perempuan dan keluarga Berencana, juga soal petani merupakan tanggungjawab menteri pertanian. Sehingga kehadiran Luhut di Pekanbaru, Kuansing dan Indragiri Hilir lebih pada penyampaian pesan kampanye dari paslon capres 01 kepada masyarakat disana.

Kemudian tukas Edi, kehadiran Luhut Binsar ke Riau sepertinya menunjukkan ia menteri segala urusan, bukan sebagai menteri koordinator kemaritiman. Disarankan, seharusnya Luhut pergi ke Kabupaten Bengkalis atau Kepulauan Meranti melihat langsung bagaimana dampak abrasi di kedua kabupaten tersebut merusak pulau-pulau terluar yang jelas akan mengancam keutuhan NKRI.

“Luhut Binsar ini menteri multi fungsi. Kunjungannya ke Riau lebih pada agenda kampanye ketimbang tupoksinya sebagai MenkoMaritim. Padahal di kabupaten Bengkalis dan Kepulauan Meranti ada abrasi yang mengancam warga NKRI, kok bukan persoalan kemaritiman yangdiurus dia,”kritik Edi lagi.

Seperti dirilis, Luhut Binsar Panjaitan pada Minggu (04/03/2019) lalu berkunjung ke Pekanbaru dan Kuansing. Di Pekanbaru ia mengikuti agenda jalan santai dengan tema lucu “melawan hoax dan fitnah di Bumi Lancang Kuning” yang tidak singkron dengan kegiatan tersebut. Dimana ketika berpidato Luhut sempat disoraki warga sambil mengacungkan dua jari.

Jalan santai itu sendiri diikuti Gubri Syamsuar, Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko Priahstopo serta WalikotaPekanbaru Firdaus.

Demikian juga halnya saat Luhut Binsar diarak di jalan Gajah Mada kota Tembilahan Inhil bersama Bupati Inhil HM Wardan, ia mendapat acungan dua jari dari sejumlah warga yang menghadiri kegiatan menteri tersebut di Tembilahan. Diacungi warga dua jari, Luhut terkesan cuek dan tak peduli pada sikap masyarakat tersebut.(afa)