DURI (Riaulantang)-Fitria Ningsih (34)  warga desa Air Kulim, Kecamatan Batin Solapan terlihat meringis menahan sakit. Ibu empat anak ini sudah lama menderita penyakit diabetes. Kaki kanannya sudah membusuk, namun tak tertangani akibat Ketidakberdayaan hidup.

Ditengah rasa sakit yang makin mendera, Fitria coba mendatangi puskesmas Balai Makam. Namun kondisinya sudah parah dan harus di rawat di Rumah Sakit. Ditengah kebimbangan dan keraguan biaya pengobatan, ibu ini mendapat pertolongan. Pihak puskesmas yang berinisiatif menghubungi dr Fidel Fuadi anggota DPRD Bengkalis komisi IV mendapat jawaban atas keraguan ibu ini. Fidel segera menghubungi pihak terkait dan ibu ini bisa sedikit bernafas lega karena bisa di rawat insentif di RSUD Mandau.

Ditemui di RSUD Mandau, Jumat pagi (11/05/18) Fitria mengucapkan terimakasih kepada pihak yang sudah membantu pengobatannya. Dia yang merasa tak punya apa-apa, pagi itu pun mendapat kunjungan istimewa. Anggota DPRD Bengkalis dari Fraksi PKS, dr. H.Fidel Fuadi Datuk Majo Basa dan H. Abi Bahrum didampingi Humas RSUD Mandau, dr Rangga datang membesuknya. Ibu ini berkeluh kesah derita keluarga karena suaminya yang sudah tak  bekerja.

“Suami sudah tak bekerja. Anak 4. Sudah lama menderita sakit ini. Tapi tak punya biaya,” jelasnya.

Diungkapkannya, dulu dia dan kekuarganya mendapat jaminan kesehatan dari pemerintah daerah. Namun setelah jaminan kesehatan itu dialihkan ke BPJS, dia tak sanggup lagi membayarnya. Tunggakan keluarganya mencapai Rp 1,6 juta

“Untuk makan saja susah. Tak sanggup bayar tunggakan yang Rp 1,6 juta itu,” jelasnya.

Ternyata tunggakan itu sudah diselesaikan. dr Fidel Fuadi memastikan tunggakan itu sudah diselesaikan dan Fitria bisa mengunakan jaminan kesehatan BPJS itu.

“Tunggakkannya inshaAllah sudah ditangani. Namun kasus ini harus menjadi catatan bagi kita. Apa seperti ini terus kalau ada masyarakat yang tak mampu da  tak bisa memiliki BPJS. Harus ada solusi agar mereka bisa mendapatkan pelayanan dan kesehatan yang layak. Pemerintah dan BPJS harus duduk bersama agar kasus kasus seperti ini tak terulang,” ujar Fidel yang mengapresiasi Plt Kadis Kesehatan yang dinilai tanggap ketika di kabarinya kasus ibu Fitria ini.

Senada Abi Bahrum juga menyebut harus ada solusi untuk masyarakat yang tak mampu. Mereka yang jatuh miskin setelah kehilangan pekerjaan harus mendapat perhatian dari pemerintah agar layanan kesehatannya bisa terjaga.

‘Kita harap pemerintah daerah dan BPJS segera duduk bersama mencari solusi terhadap kondisi masyarakat ini. Dulu mungkin mereka mampu, namun setelah kehilangan pekerjaan, sebulan dua bulan masih bisa membayar BPJS. Tapi setelah itu mereka tak sanggup bayar dan nunggak. Apa mereka ini harus diabaikan karena ketidakberdayaan ekonominya. Makanya harus ada terobosan agar hak-hak mereka ini bisa terakomodir,” tegas Abi Bahrum.

Dipenghubung kunjungan pagi itu, dr Fidel dan Abi Bahrum menyelipkan uang bantuan untuk keluarga yang menunggui Fitria di rumah sakit pemerintah itu. (susi)