DURI (Riaulantang)- Hanya berjarak sekitar sekitar 2 kilo dari kantor Kelurahan Air Jamban, Kecamatan Mandau, tapi kondisi jalan menuju Perumahan Bumi Hijau Duri amat memprihatinkan. Sampai Senin malam ( 19/12/17) ini Jalan tanah yang menghubungkan Jalan Stadion Ujung menuju Perumahan Bumi Hijau ini hancur bak bubur. Akibatnya jalannya terputus tak bisa dilalui. Warga yang ingin kembali ke pemukimannya   terpaksa harus berjalan kaki untuk melewati jalan bubur itu.

“Jalannya hancur bak bubur. Benar benar parah. Tak bisa dilalui dengan motor atau mobil. Akhirnya kami terpaksa meninggalkan motor di kedai dan berjalan kaki ke rumah,” ujar Adrian warga Perumahan Bumi Hijau Blok B.

Dijelaskannya dari awal tinggal perumahan itu, jalannya masih jalan tanah yang sulit dilewati terutama jika hujan turun. Kondisi jalan yang tergerus air menjadikan jalan sulit di lewati. Kerab warga tergelincir dan jatuh di jalan itu, terutama ibu-ibu yang membawa motor karena kondisi jalan penurunan/tanjakan.

“Kondisinya makin parah sejak diperbaiki kemaren. Jalan yang ditimbun tanah kuning akhirnya menjadi bubur karena hujan yang menguyur hari ini. Akhirnya jalan tak bisa dilewati lagi,” ujarnya.

Diungkapkan Adrian, satu dua warga ada yang nekat menempuh ruas jalan yang berlumpur itu. Mereka harus berkutat sekitar 2 jam di lumpur jalan untuk menempuh ruas jalan sekitar 1 kilo itu. Bahkan ada pula yang motornya sampai rusak lantaran dipaksakan melewati jalan yang berkubang itu.

“Kami sendiri tak berani melewati jalan ini. Motor kami titipkan di kedai, dan jalan kaki ke rumah sekitar 1 km. Baliknya, jalan kaki lagi ambil motor.  Lebih baik nitip motor dan jalan kaki dari pada dipaksakan lewat. Tadi saja ada mobil yang terpuruk sekitar 2 jam disana,” ungkapnya.

Karena hancurnya jalan ini, pihaknya berharap ada perhatian dari pemerintah. Pasalnya ada ratusan KK yang bermukim di perumahan Bumi Hijau itu.

“Kami berharap kondisi jalan yang berlumpur dan berkubang ini mendapat perhatian dari pihak pemerintah hingga kami bisa beraktifitas normal lagi,” harapnya.

Terkait kondisi Jalan dan harapan warga ini, Lurah Air Jamban, Ruslan melalui Kasmari ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa jalan itu memang diratakan oleh pihak swasta untuk masuk ke wahana permainannya. Namun setelah diratakan hujan turun menguyur hingga kondisinya menjadi berkubang dan sulit dilewati

“Memang tadi pagi di gledor oleh pihak swasta untuk perbaikan menuju lokasi infestasinya. Setelah itu hujan turun hingga jalannya hancur. Kita juga sudah pantau kondisi itu. Bagaimana pun jalan itu tanggung jawab pemerintah,” jelas Kasmari. (susi)