Aprilia digendong ayahnya bersama jajaran penasehat dan pengurus BSMI Bengkalis

DURI (Riaulantang)- Aprilia Dara balita yang berumur 4 tahun terlihat lemas di pangkuan ayahnya Edwar. Wajahnya pucat dan nafasnya sesak. Perutnya pun terlihat membengkak dari balik kaos lusuhnya.

Aprilia pagi itu sengaja di bawa ayahnya ke aula pertemuan RS Permata Hati Duri untuk bertemu dr Fidel Fuadi dan pengurus BSMI yang pagi itu dilantik kepengurusannya. Harapannya hanya satu agar anaknya yang menderita pembengkakan jantung mendapat layanan medis ditengah kesulitan ekonomi yang dihadapinya.

Kedatangan Aprilia dan ayahnya dari Kulim km 4 itu bukannya seketika. Mereka difasilitasi Humas Ikatan Keluarga Minang Riau (IKMR) Bathin Solapan, Surya untuk bertemu dr Fidel mencari solusi pengobatan anaknya.

Gayung bersambutan, dr Fidel yang juga penasehat BSMI Bengkalis langsung tergugah hatinya. Derita Aprilia yang menderita pembengkakan jantung tapi tak punya biaya itu pun dibicarakan dengan jajaran pengurus. Akhirnya di sepakati menanggung seluruh biaya pengobatan Aprilia yang harus di rujuk ke RSUD di Pekanbaru.

“Inshaallah BSMI akan bantu biaya pengobatannya hingga tuntas. Tak hanya ke Pekanbaru, jika perlu sampai ke Jakarta,” ujar Fidel.

Mendapat respon tak terduga ini Edwar langsung menyampaikan rasa syukurnya. Dia bahagia balitanya segera tertangani dan harapan kesembuhan ada di pelupuk matanya.

“Kami buka nasi ampera di Kulim. Tak punya biaya sebanyak itu untuk berobat ke Pekanbaru. Alhamdulillah hari ini bertemu dengan BSMI dan kami difasilitasi berobat ke Pekanbaru,” ujarnya gembira.(susi)