DURI (Riaulantang) – Perkembangan sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) diwilayah Kecamatan Mandau sangat pesat. Walau Kecamatan Mandau sudah dimekarkan tapi ada sekitar 47 Yayasan pengelolaan PAUD dinegeri ini. Belum lagi Kecamatan Bathin Solapan yang mempunyai sekitar 30an Yayasan.

Dulu sewaktu sebutannya masih Taman Kanak-Kanak (TK), sekolahnya hanya hitungan jari saja. Itu pun dimulai dari rumah petak dengan dana pribadi, ada ada juga yang sudah mapan dibawah payung yayasan yang sudah ternama.Jarak antara satu TK dengan TK lain terbilang cukup jauh, sehingga penyebaran murid agak merata.

Tapi kini jarak satu PAUD ke PAUD lain hanya hitungan puluhan meter saja.Seperti misalnya PAUD di Simpang Pokok Jengkol yang posisinya berdekatan dan hanya dipisahkan jalur utama lintas Sumatera. Belum lagi PAUD lain yang tumbuh dan berkembang hingga ke pemukiman-pemukiman. Akibat pesat dan banyaknya PAUD ini perlahan lahan PAUD mulai kekurangan murid.

Kurangnya murid tentu beimbas terhadap biaya operasional sekolah. Terutama gaji guru sekolah yang hanya mengandalkan iuran dari murid setiap bulannya. Bukan rahasia lagi kalau gaji guru PAUD atau TK jauh di bawah Upah Minimun Regional (UMR) atau bahkan hanya berkisar Rp 450 ribu hingga Rp 500 ribu.

Kendati digaji dengan upah yang jauh dari layak ini, para guru PAUD tetap semangat mendidik anak bangsa. Mereka tak kenal lelah mendidik dengan tanggung jawab dan kesabaran. Maklum berbagai tingkah harus mereka hadapi mulai kencing dan buang kotoran di celana hingga tangisan di awal-awal masa sekolah. Namun kembali mereka kebal dan tidak panik menghadapi tingkah laku anak usia Emas ini.

Menghadapi anak usia Emas sudah barang tentu jauh berbeda dengan anak yang sudah mulai paham dengan apa yang diajarkan dan bisa memahami apa yang dikerjakan. Bisa dibilang tidak sembarang orang yang mampu mengajar anak usia dini dengan situasi yang berbeda-beda. Yang pasti memiliki kesabaran yang cukup tinggi.

“Menjadi guru PAUD harus punya kesabaran tinggi dan tidak bisa sembarangan. Dampak pendidikannya bukan hanya setahun atau tiga tahun tapi bisa puluhan tahun,”ujar Yeni Husna, S. Pd dan Hj Fauziah S.Pd guru TK senior di Kecamatan Mandau.

Karena tak ingin salah arah pendidikan itulah, kedua tokoh senior pendidikan TK ini mengadakan diklat untuk meningkatkan kompetensi para guru yang sudah tahunan mengabdi. Ada sekitar 100 guru dari berbagai sekolah di dua Kecamatan, Mandau dan Bathin Solapan mengikuti Diklat tingkat Dasar yang nantinya akan menjadi rujukan baru meningkatkan kemampuan dan mengimplementasikan pengetahuan untuk anak generasi bangsa.

“Jadi guru PAUD itu pengabdiannya luar biasa
Makanya kita harap diklat ini bisa meningkatkan kompetensi guru,” harap Fauziah.

Semangat, kesabaran dan pengabdian guru PAUD yang luar biasa mendidik generasi penerus bangsa ini agaknya perlu pemikiran bersama. Bagaimana mereka bisa meningkatkan taraf hidup. Memang saat ini ada bantuan operasional sekolah dari Pemkab Bengkalis yang sedikit membantu, tapi tetap tak mengangkat taraf hidup guru ini. Mudah-mudahan kedepan para guru ini hidupnya lebih mapan karena merekalah yang pertama kali berjasa membesarkan dan mendidik anak bangsa.
Terima kasih ibu Guru TK /PAUD. Dari ibulah, kami mulai belajar berani untuk tampil didepan umum. (bambang)