PEKANBARU (RIAU LANTANG) – Tempat hiburan dan warung internet (Warnet) yang ada diseluruh provinsi Riau harus membatasi aktifitas mereka,mengikuti instruksi sesuai Surat Edaran (SE) Gubernur Riau yang dikeluarkan Rabu (06/03/2019). Keluarnya SE tersebut tidak terlepas dari kekhawatiran masyarakat yang menduga tempat hiburan malam selama ini menjadi sarang peredaran narkoba.

Dikemukakan Gubri, maraknya tempat hiburan malam mulai dari karaoke, diskotik, cafe maupun warnet selama ini operasional mereka tidak terkontrol dan diawasi dengan maksimal, sehingga memicu kekhawatiran masyarakat kalau tempat-tempat tersebut dijadikan tempat peredaran narkoba.

“Guna mengantisipasi keresahan masyarakat tersebut saya harus mengeluarkan Surat Edaran (SE) yang bertujuan jam operasional tempat hiburan malam dan warnet lebih tertib dan mereka akan diawasi sepenuhnya oleh Satpol PP kedepannya,”ungkap Gubri Syamsuar, Rabu (06/03/2019).

Gubri meyakini banyak tempat hiburan malam yang diduga menyalahi aturan serta perizinan yang dikeluarkan. Misalnya ada cafe yang buka sampai dinihari dan diduga menjadi tempat transaksi narkoba,juga diskotik dan karaoke yang kurang terkontrol dengan baik oleh petugas.

Sedangkan warnet sambung Syamsuar, juga diduganya melanggar izin karena membiarkan pelajar bermain internet pada saatjam sekolah dan belajar. Juga jam buka warnet yang sampai dinihari harus dilakukan penertiban soal jam buka yang disesuaikan dengan SE Gubri nantinya.

“Nantinya seluruh Satpol PP akan memantau langsung seluruh tempat hiburan malam di 12 kabupaten dan kota di Riau. Termasuk Pak Edy Natar selaku Wagubri akan ikut langsung, karena beliau lebih berpengalaman dalam penanganan keamanan,”kata mantan Bupati Siak ini.

Gubri mengimbau pengusaha hiburan malam dan warnet harus mentaati SE yang baru dikeluarkan tersebut, karena peredaran narkoba harus ditekan seminimal mungkin di Bumi Lancang Kuning. Juga warnet digunakan pelajar saat jam sekolah dan membuka konten pronografi.

“Bagi yang terbukti melanggar SE ini, kita tidak segan-segan menutup tempat hiburan malam yang melanggar,”tutup Syamsuar.(afa)