Musmulyadi Ketua Pertanian terpadu sakai memamerkan salah satu hasil pertanian terpadunya

Tulisan : Susi Yanti (wartawan Riaulantang.com)

Komitmen Maju Bersama Masyarakat yang dilantangkan PT Chevron Pacifik Indonesia (CPI) tidak hanya sebatas slogan. Melalui program tanggung jawab sosialnya ke masyarakat, perusahaan minyak dan gas (migas) terbesar di Riau bahkan Indonesia ini terus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Salah satunya, berhasil pengembangan ekonomi masyarakat Sakai di daerah operasionalnya Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis.

Geliat ekonomi warga Sakai yang identik dengan pertanian berpindah pindah ini berawal dari inisiasi seorang tokoh muda Sakai, Musmulyadi. Keprihatinan terhadap warganya yang makin kesulitan mendapatkan penghasilan, membuat dia harus memutar otak untuk membuka lahan pertanian terpadu. Akhirnya di awal bulan Februari 2012 lalu, Musmulyadi bersama pemuda sakai lain berhasil membentuk Kelompok Pertanian Terpadu Sakai (KPTS).

Kerja para pemuda KPTS ini tidaklah mudah. Pola pikir warganya yang masih bertani tradisional perlu diubah. Akhirnya Musmulyadi memberanikan diri mendekati dan mengandeng PT CPI yang diyakini bisa memberi solusi terhadap persoalan yang dihadapi.

Gayung pun bersambut. PT CPI merespon baik keinginan para pemuda yang ingin mandiri dan membuka peluang usaha bagi masyarakatnya. Pelatihan dan bimbingan pun diberikan bagi mereka yang yang ingin maju bersama ini. Tak lupa bantuan sarana dan prasarana bagi pertanian terpadunya.

Ternyata niat baik kedua pihak ini membuahkan hasil. Tak menuggu lama, hanya selang tujuh bulan sejak mendapatkan bimbingan dan pelatihan, panen perdana pun berhasil dilakukan. Sekitar 1,1 ton ikan lele berhasil dikeluarkan dari kolam-kolam pembesaran.

Melihat keberhasilan ini, PT CPI pun bersemangat mengembangkan pola pertanian terpadu masyarakat Sakai ini. 5.000 bibit ikan jenis gurami ditambah berikut bibit 3.000 batang buah-buahnya untuk disemai di lahan terpadu itu.

Mendapat perhatian dan dukungan luar biasa dari Chevron ini, Musmulyadi mengucapkan puji syukurnya. Dia tak mengira lahannya yang dulu hanya semak belukar dan ilalang berubah menjadi lahan pertanian yang bisa menghidupi warganya. Ada 120 KK yang mengantungkan hidup dari lahan pertanian terpadu yang dikelola 5 kelompok tani itu.

Waktu pun terus bergulir, bantuan demi bantuan terus digucurkan Chevron demi kemandirian kelompok tani terpadu itu. Tak sia-sia beberapa tahun kemudian mereka pun bisa menunjukkan kemandirian itu. Tidak lagi hanya sekedar panen ikan lele tapi mereka sudah bisa panen ayam potong, sayur-sayuran dan komoditi pertanian lain. Untuk sekali panen ikan lele mereka berhasil mendapat penjualan Rp 19 juta hingga Rp 24 juta perbulan. Sementara panen ayam potong Rp 9 juta/ hari dan panen cabe Rp 200 ribu hingga Rp 500 ribu perbulan.

‘Luar biasa bantuan dan dukungan yang diberikan PT Chevron untuk kemandirian kelompok tani kami. Tak ada ucapan yang bisa disampaikan kecuali ucapan terimakasih yang setulusnya. Hingga kini pertanian terpadu kami terus memberikan hasil dan manfaat bagi masyarakat kami,” jelas Musmulyadi yang menyerahkan estafet pengelolaan pertanian terpadunya ke Alfinda lantaran mendapat amanah sebagai Anggota DPRD Bengkalis dalam pergantian antar waktu, November 2018 lalu.

Kendati estafet kepemimpinan sudah diberikan kepada Alfinda, namun bukan berarti usaha pertanian terpadu itu terhenti. Hingga Rabu, 6 Maret 2019 kemaren, Alfinda mengaku kembali memanen 1 ton ayam potong yang keuntungannya digulirkan lagi untuk budidaya pertanian lain.

“Alhamdulillah 2 hari lalu panen 1 ton ayam potong. Hari ini masuk lagi 5.000 bibit. Inshaalah usaha ini akan terus kami kelola. Karena banyak yang mengantungkan hidup disini,”ujar Alfinda sembari mengataan bantuan sarana dan prasarana masih terus diterima dari PT Chevron berupa peralatan kerja dua hari lalu.

Pihak PT CPI melalui Manager Corporate Communication Sonitha Poernomo pun mengapresiasi keberhasilan Kelompok Pertanian Terpadu Masyarakat sakai ini dan berharap program ini terus berkembang dan membawa manfat luas bagi peningkatan ekonomi masyarakat tempatan.

“Ini merupakan program investasi sosial pengembangan ekonomi PT CPI, yang didasari pada kebutuhan pada pemerataan sosial atau disebut dengan PRISMA. Strateginya membuat pasar bekerja untuk petani dna pelaku usaha kecil yang menitikberatkan pada askses fungsi pendukung. Baik itu akses layanan maupun pengetahuan keterampilan, bahan baku, pasar, teknologi dan lainnya,” jelas Sonitha.

Pihaknya pun mengungkapkan sejak PRISMA diluncurkan Januari 2015 lalu hingga Desember 2017 ini telah berhasil menjangkau hampir 2.200 petani di Riau, dan pelaku ushaa mikro dari 41 kelompok yang tergabung dalam 21 induk kelompok binaan.

“Selain PRISMA, PT CPI juga mendukung masyarakat di sekitar area operasi melalui kegiatan pengembangan masyarakatdengan fokus pada pendidikan, kesehatan dan lingkungan, rehabilitasi bencana serta budidaya dan infrastruktur,” ujarnya.

Dengan keberhasilan Chevron membina dan melatih kelompok tani terpadu Sakai ini tak berlebihan rasanya jika dikatakan bahwa MIGAS ada untuk kesejahteraan warga. Semoga