Eddy Muhammad Yatim

PEKANBARU (Riau Lantang) – Anggota Komisi I DPRD Riau Eddy Muhammad Yatim mendesak supaya Gubernur Riau yang baru Syamsuar segera mengisi kekosongan pejabat tinggi pratama atau eselon II dilingkup Pemprov Riau yang masih kosong hingga saat ini.

“Sudah lumayan lama sejumlah jabatan pejabat tinggi pratama di Pemprov Riau mengalami kekosongan. Gubri baru harus segera melakukan pengisian tentu harus mengacu kepada ketentuan yang berlaku apakah harus melalui assesment terlebih dahulu,”ungkap Eddy Yatim,Rabu (27/02/2019) memberikan tanggapan soal kekosongan jabatantersebut.

Politisi Partai Demokrat ini menyebutkan bahwa ia mendapat informasi kalau jabatan yang kosong dan diisi pelaksana tugas (Plt)tersebut merupakan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang cukup strategis seperti Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda),Asisten II Setdaprov Bidang Perekonomian, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan dua jabatan staf ahli Gubernur Riau.

Disampaikan Eddy Yatim, Gubri dalam pengisian jabatan yang kosong tersebut harus mengedepankan azas profesionalitas,akuntabilitas serta kredibilitas melalui assesment. DPRD Riau sendiri berharap dalam penempatan pejabat Gubri baru tentu lebih tahu siapa yang akan dipakai nantinya dengan mengedepankan aspek profesionalitas bukan karena kedekatan atau adanya intervensi dari pihak lain.

“Kita percaya Pak Syamsuar profesional dalam memilih pejabat yang akan membantunya bekerja nanti. Harapan kita selain pengisian kekosongan jabatan pejabat eselon II juga dilakukan assesment nantinya untuk pengisian jabatan yang layak diganti, namun dengan tidak dengan mengedepankan azas like and dislike,”papar Eddy,yang juga mantan wartawan tersebut.

Sementara itu Sekretaris Daerah Riau Ahmad Hijazi menyebutkan bahwa assesment dapat dilaksanakan dalam waktu dekat tidak perlu menunggu enam bulan setelah pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur untuk mengisi jabatan yang kosong. Sementara untuk jabatan yang masih terisi harus menunggu enam bulan masa tugas Gubernur berjalan.

“Untuk pengisian jabatan pejabat tinggi pratama yang kosong tidak perlu menunggu waktu enam bulan setelah pelantikan Gubernur. Assesment dapat dilaksanakan dalam bulan Maret atau Aprilini guna pengisian kekosongan jabatan tersebut,”ujar Hijazi, saat dikonfirmasi soal jabatan eselon II yang kosong di pemprov Riau.(afa)