DURI (Riaulantang)- Kisah pilu Nenek Ernida, 80 tahun yang dicuatkan warga saat Musrebang di Kelurahan Babussalam, Kecamatan Mandau, Selasa (23/01/18) sontak membuat sejumlah pihak terhenyak. Rasa miris, sedih dan berdosa menerpa anggota DPRD Bengkalis dari PKS yang mendatangi kediaman nenek Ermida usai Musrenbang. Ternyata nenek yang tak berdaya dengan kondisi tubuh ringkih dan sakit-sakitan ini dirawat oleh anak laki-laki yang menderita keterbelakangan mental.

Tak hanya itu kondisi gubuk si nenek yang berdinding kayu lapuk dan kusam, dengan aroma yang sangat tak bersahabat karena si nenek BAB dan BAK di tempat tidur, makin membuat anggota DPRD Bengkalis dari PKS, H Fidel Fuadi Datuk Majo Basa dan H. Abi Bahrum tak kuasa menahan air mata. Fidel malah mengaku tak bisa tidur memikirkan derita si nenek usai mengunjungi gubuk berukuran 3×3 di Jalan Subrantas tepatnya di belakang Masjid Bustanul Ibadah. Dia merasa berdosa melihat orang tua yang menderita di gubuk reoknya itu.

Tak menunggu lama, keesoknya, tim Cyber Dhuafa PKs dan Fidel Fuadi langsung menjemput si nenek ke gubuknya. Rasa berdosa dan sedih membuat Fidel langsung memopong tubuh ringkih si nenek ke mobil yang disiapkan. Si nenek pun di bawa ke RS Permata Hati untuk dirawat intensif. Kamar VViP di siapkan untuk si nenek, sementara gubuk reotnya di perbaiki.

Lima hari di rawat di RS Permata Hati, kondisi kesehatan nenek Ermida berangsur pulih. Sesak nafas yang dialami berangsur hilang. Sementara merenovasi gubuk reot si nenek pun usai.

Senin pagi (29/01/18), Khidmat atau pelayanan yang dilakukan Pengurus dan Anggota Legisliatif dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Bengkalis, untuk Nenek Emida pun berbuah manis. Nenek Ernida pulang ke kediaman dengan diantar sejumlah pengurus PKS dan anggota DPRD Bengkalis Fraksi PKS Fidel Fuadi dan H.Abi Bahrum.

Senyum bahagia pun tersunggung di wajah nenek yang melihat gubuknya “disulap” menjadi lebih baik.

Gubuk reot berdinding kayu lapuk kini sudah berganti dengan dinding yang sudah di cat rapi. Lantai tanah sudah dilapisi karpet plastik dan tempat tidur baru untuk nenek dan anaknya juga sudah dirumah baru itu.

“Kita membawa Nenek Emida ke rumah sakit. Kita berikan ruang VVIP untuk perawatannya. Lalu kita melakukan bedah rumah. Alhamdulillah setelah lima hari rumah selesai, dan Nenek Emida bisa kita bawa pulang,” ungkap Fidel Fuadi yang mengantar si nenek pulang ke rumah barunya.

Ketua DPD PKS Kabupaten Bengkalis Khairul Umam yang juga hadir dikediaman nenek Ernida mengatakan bahwa khidmat yang dilakukan PKS untuk Nenek Emida bermula dari informasi yang didapatkan PKS melalui Rumah Aspirasi dari masyarakat.

“Kepada masyarakat di manapun di Kabupaten Bengkalis, PKS memiliki enam orang Aleg yang siap menampung aspirasi masyarakat dan menindaklanjutinya menjadi sebuah solusi. Begitu juga dengan segenap jajaran Pengurus DPD PKS Kabupaten Bengkalis. Selain turun ke lapangan, kami juga menampung aspirasi masyarakat melalui informasi yang disampaikan. Kami menghimbau untuk tidak segan-segan melakukan komunikasi dengan kami. Insya Allah, seperti Nenek Emida ini, kita akan bantu mencarikan solusi untuk kebutuhan masyarakat,” ujar Khairul.

Khidmat PKS terhadap Nenek Emida sendiri mendapatkan apresiasi yang mendalam dari masyarakat. Salah seorang warga bernama Siti menyampaikan kesan dan harapannya untuk Partai Dakwah ini ke depan.”Kami berharap, PKS bisa membantu warga yang lainnya. Ini sangat bagus sekali. Manfaat dan bantuannya langsung dirasakan warga yang membutuhkan. Terima kasih untuk Anggota Dewan dan Pengurus PKS,”ujarnya.

Hari Aspirasi PKS sendiri dilakukan pada hari Rabu setiap pekannya, dimana pada hari tersebut, Aleg dari PKS akan bertugas melayani kedatangan warga, menampung aspirasi, dan mencarikan solusinya.(susi)