DURI (Riaulantang) – Jalan Gajah Tua  menuju SDN 63, Desa Kesumbo Ampai , Kecamatan Bathin Dolapan, dikabarkan warga  rusak akibat lalu lalang truk mengangkut tanah. Semula jalan yang sudah hotmix ini bisa dikatakan dalam kondisi baik tapi saat ini kondisinya sudah rusak parah. Sejumlah hotmik sudah mengelupas bahkan ada yang sudah berlobang dalam dan digenangi air jika hujan.

Iskandar warga tempatan, kepada Riaulantang.com, Minggu (10/12/2017) memaparkan kondisi  kerusakan jalan  yang hancur pasca dilalui mobil pengangkut tanah itu.

“Kondisi jalannya  hancur akibat mobil yang bertonase lebih lalu lalang. Padahal akses jalan ini menuju SDN 63, para wali murid juga sudah banyak yang mengeluh, “tuturnya.

Menurutnya, lagi, kondisi jalan ini semula tidak ada masalah. Namun setelah jalan ini dilintasi mobil besar, menjadi hancur dan menyebabkan licin diwaktu hujan

“Dikala hujan jalanan licin, terus jalan sudah mulai berlubang. Terlebih yang hendak menuju kesekolah, harus lebih berhati-hati,”ungkapnya.

Saat ditanya seperti apa tindakan aparat Desa, pria ini mengaku belum ada tindakan yang dilakukan perangkat desa.

“Memang yang banyak lalu lalang di jalan ini, namun belum ada tanggapan. Mobil masih terus lalu lalang. Apalagi dua minggu kebelakang. Makanya kita harap ada perhatian dari pemerintah desa dan kecamatan Bathin Solapan agar kerusakan jalan ini tak makin parah, “pungkasnya. 

Terkait keluhan warga ini, Kades Kesumbo Ampai Anita ketika dikonfirmasi terpisah mengatakan setahunya mobil pengangkut tanah tak melewati jalan menuju SD 063 itu.

“Setahu saya tak lewat jalan itu, tapi punya jalan lain. Tapi untuk lebih pastinya kita akan cek kondisinya di lapangan,” jelas Anita yang mengaku tengah mengikuti pawai pembukaan MTQ di Dumai. (bambang)