BAGANSIAPIAPI (Riaulantang)-Mantan Penghulu Labuhan Tangga Hilir, Kecamatan Bangko JMD ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Rokan Hilir, Senin (17/7/2017). Yang bersangkutan diduga melakukan tindak pidana korupsi dalam kasus penyelewengan dana anggaran kepenghuluan dan Silpa tahun 2015. Hal itu merugikan negara Rp 400 juta lebih.

Kepala Kejari Rohil Bima Suprayoga SH M Hum melalui Kasi Intel Kejari Rohil Odit Megonondo saat di konfirmasi Riaulantang melalui selulernya Selasa, (18/7/2017) mengatakan penahanan mantan penghulu labuhan tangga hilir tersebut setelah dilakukan pemeriksaan selama 4 jam oleh pihak kejari, sedangkan untuk jumlah pertanyaan sebanyak 25 pertanyaan.

“Seharusnya uang yang diperuntungkan untuk jalan tidak dikerjakan oleh eks penghulu tersebut, namun digunakan untuk pribadi. Korupsi terhadap dana anggaran kepenghuluan dan Silpa tahun 2015 di lakukan sendirian,” sebut Odit.

Lanjut Kasi Intel Kejari Rohil, silpa tahun 2015 sebesar Rp 500 juta untuk Anggaran Dana Kepenghuluan (ADK) dan Anggaran Dana Desa (ADD) itu sebesar Rp 800 juta.  Total keseluruh yang di cairkan oleh mantan penghulu Labuhan Tangga Hilir sebesar Rp 1,3 Miliar. Sementara ntuk penyimpangannya sebesar Rp 400 juta lebih.

“Kerugian negara sekitar  Rp 400 juta lebih. Itu berdasarkan hasil audit Inspektorat Rokan Hilir,” terangnya.

Mantan penghulu Labuhan tangga Hilir JMD tersebut di kenakan pasal 2 dan 3, dengan tuntunan penjara selama 20 tahun penjara. UU nomor 31 tahun 1999 sebagai mana telah dirubah UU nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindakan korupsi. ( Jon )