DURI (Riaulantang)- Seekor gajah Sumatera yang diperkirakan berumur 30 tahun ditemukan dalam kondisi sakit di dalam hutan Talang Komplek PT CPI Duri. Gajah itu menderita infeksi di bagian kaki kiri depan. Karena kondisinya makin mengkhawatirkan tim gabungan BKSDA Riau dan The Veterinary Society for Sumatera Wildlife Conservation  (Vesswic) turun melakukan pengobatan ke hutan Talang, Selasa (17/10/17).

Dibantu 2 ekor gajah jinak yang sengaja didatangkan ke hutan itu, tim pun memulai proses pengobatan. Kedatangan dua ekor gajah jinak itu mampu menjinakan gajah yang sakit hingga dia bisa di pisahkan dari kawanannya dan dibius. Selanjutnya tim gabungan bisa melakukan pengobatan dengan leluasa.

Infus dipasang untuk memasukkan nutrisi ke tubuh hewan bertubuh tambun itu. Sementara kaki yang terinfeksi segera diobati.

Hanya sekitar dua jam pengobatan dilakukan akhirnya gajah betina yang sakit itu bisa dilepas kembali ke habitatnya.

“Kondisi gajah yang sakit ini terpantau dari patroli yang kita lakukan. Pengobatan dilakukan bersama tim gabungan BKSDA, Vesswic, dan Hipam. Kita beri nutrisi dan pengobatan kaki yang infeksi. Setelah dilepas ke habitatnya, dua hari kedepan akan kita pantau lagi apakah dia betul-betul sudah pulih atau tidak,” jelas Yuliantony Direktur Eksekutif Yayasan Taman Nasional Tesso Nilo.

Dikatakannya pengobatan yang dilakukan terhadap gajah ini merupakan kali kedua. Sebelumnya gajah ini juga pernah diobati pada tahun 2016 lalu. (susi)