BENGKALIS (Riaulantang) – Banyak hal yang bisa dilakukan untuk berbuat dan menambah amal sebagai bekal akhirat, salah satunya dengan mendatangi majelis ilmu.

“Orang yang mendatangi majelis ilmu akan membuat amal baik untuk akhiratnya bertambah. Selain itu ,mendatangi majelis ilmu memudahkan urusan di dunia dan di akhirat. Mari kita siapkan bekal, sebab hidup yang kekal adalah hidup setelah kematian,” ajak Bupati Bengkalis.

Ajakan itu disampaikan Bupati Bengkalis dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Bagian Kesejahteraan (Kesra) Sekretariat Daerah Bengkalis, H Suwarto, dalam acara Khataman Safari Maulid, Majelis Ilmu dan Amal Al Burdah Bengkalis, Sabtu malam, 12 Mei 2018.

Dikatakan Bupati, Pemkab Bengkalis terus berupaya membangun tatanan masyarakat yang religius, dengan membuat masyarakat menjunjung tinggi moral dan sopan santun melalui program seperti, magrib mengaji dan program one day one ayat.

Menurutnya, kegiatan yang dilaksanakan Majelis Ilmu dan Amal Al Burdah Bengkalis merupakan sarana efektif untuk meningkatkan derajat keimanan dan ketakwaan kepada Allah, yang akan bermuara pada kesatuan dan persatuan.

“Keberadaan Majelis Al Burdah sejauh ini mendatangkan manfaat bagi masyarakat, dan ini harus kita hidupkan dan kita galakkan demi kemajuan daerah. Saat ini kita harus menyatukan semangat kebersamaan dan ketakwaan kita kepada Allah agar terhindar dari pengaruh negatif dari perkembangan zaman,” pungkasnya.

Sedangkan Habib Umar Al Manshur dari kabupaten Siak yang diundang sebagai penceramah mengatakan, khataman bukan hal yang baru, setiap memasuki bulan Ramadhan khataman serupa selalu dilakukan ulama-ulama terdahulu.

Soal keberadaan majelis ilmu, Habib umar menyampaikan, siapapun yang datang ke majelis ilmu atau majelis dzikir, maka pulang membawa ampunan dari Allah SWT.

“Yang hadir hari ini tentu menginginkan kebahagiaan di dunia dan akhirat, syaratnya mudah jalankan perintah Allah SWT. Sebelum kita kembali kepada Allah, semua akan diuji, maka penting sekali kita menghadiri majelis ilmu agar mendapat ketenangan hati,” jelasnya.

Selain Tuan Guru Majelis Ilmu dan Amal Al Burdah Bengkalis, Ahmad Fadhli, Kegiatan ini juga dihadiri dua Habaib dari Jakarta, Ketua MUI, Amrizal, Kepala Desa Senggoro, Basrah dan Ketua Yayasan Madani, Suyendri (rls)