JAKARTA (Riaulantang)- Selain Dana Alokasi Khusus (DAK), Bupati Amril Mukminin juga mengusulkan dana penangan abrasi pantai agar dapat dianggarkan Pemerintah Pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2019.

Bupati Amril menyampaikan usulan itu langsung kepada Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, Senin, 24 Agustus 2018.

Usulan itu disampaikan mantan Kepala Desa Muara Basung, Kecamatan Pinggir, ketika diterima dan mengadakan pertemuan dengan Bambang Brodjonegoro di ruang rapat di samping ruang kerjanya, lantai I kantor Kementerian PPN/Bappenas, jalan Taman Suropati No 2, RT 6/RW 4, Menteng, Jakarta Pusat.

Menurut Bupati Amril, harapan agar penanganan abrasi pantai di kabupaten berjuluk Negeri Junjungan ini ikut ditalangi Pemerintah Pusat melalui APBN, karena tidak mungkin bisa segera diatasi bila hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bengkalis.

“Dana yang diperlukan sangat besar. Berdasarkan perhitungan kita mencapai lebih dari Rp1 triliun. Tak mungkin bisa segera diatasi bila hanya melalui APBD. Makanya kita minta bantuan Pemerintah Pusat melalui ,” jelas Bupati Amril.

Masih menurut mantan Kepala Desa Muara Basung, Kecamatan Pinggir ini, sebelum ini sudah ada kontribusi APBN dalam menangani abrasi di Kabupaten Bengkalis.

“Yaitu, pembangunan pengamanan pantai Desa Muntai-Pambang (Kecamatan Bantan) sepanjang 0,35 Km dan pembangunan pengamanan pantai Desa Kador-Putri Sembilan, Tanjung Punak dan Teluk Rhu (Rupat Utara) sebanyak 2,3 Km,” terangnya.

Dalam usulan ke Menteri PPN/Kepala Bappenas tersebut, anggaran yang dimintakan ke APBN untuk kedua titik abrasi di dua kecamatan itu, masing-masing Rp149,250 miliar dan Rp 41,6 miliar.Di kedua titik abrasi di dua kecamatan dimaksud, panjang abrasi yang masih perlu pembangunan pengamanan pantai masing-masing sepanjang 9,95 Km dan 5,2 Km. Sedangkan pengamanan pantai yang sudah dibangun masing-masing 0,5 Km (dana APBD Bengkalis) dan 12,5 Km (APBD Bengkalis dan APBN).

Pembangunan pengamanan pantai yang juga diusulkan Bupati Amril adalah untuk abrasi yang terjadi di pantai Jangkang-Selat Baru (Bantan) sepanjang 1,9 Km dengan anggaran Rp41,8 miliar. Di lokasi ini, dari 3,5 Km pantai yang tergerus abrasi yang sudah tertangani baru 1,6 Km (APBD Bengkalis).
Lalu, abrasi di pantai Sepahat-Tanjung Leban (Bandar Laksamana) sepanjang 3,0 Km dengan anggaran Rp24 miliar. Panjang abrasi di pantai ini sekitar 5 Km, sementara yang sudah dibangun pengamannya baru 2 Km (APBD Bengkalis).
Selanjutnya, pembangunan pengamanan pantai yang diusulkan untuk pantai Meskom-Jangan (Bengkalis dan Bantan) sepanjang 24,5 Km dengan total anggaran Rp539 miliar. Dari 25 Km pantai yang terdampak dan terus dikikis abrasi, yang baru ada pengamannya hanya 0,5 Km (APBD Bengkalis).

Kemudian, untuk pengamanan abrasi di pantai Selat Baru-Teluk Papal, Bantan Air dan Muntai (Bantan) sepanjang 15,8 Km dengan anggaran yang diusulkan ke APBN sebesar Rp347,6 miliar. Di pantai di keempat desa di Bantan ini panjang pantai yang abrasi 16,8 Km. Sedangkan yang sudah tertangani baru 1 Km (APBD Bengkalis).

“Total anggaran untuk penanganan abrasi di enam titik tersebut yang kita usulkan ke Pemerintah Pusat sebesar Rp1.143.250.000. Selain melalui APBN, juga diusulkan melalui APBD Provinsi Riau,” tambah Bupati Amril.

Seperti dilaporkan Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Kominfotik, Johansyah Syafri yang ikut mendampingi Bupati Bengkalis dengan Menteri PPN/Kepala Bappenas tersebut, selain Sekretaris Daerah H Bustami HY, Asisten Perekonomian dan Pembangunan H Indra Putra dan Kepala Bappeda H Jondi Indra Bustian, sejumlah Kepala Perangkat Daerah di Pemkab Bengkalis juga mendampingi Bupati Amril.

Yakni, Plt Kadis Kesehatan Supardi, Plt Kadishub Djoko Edi Imhar, Direktur RSUD Mandau Ersan, Plt Kadis Pendidikan Edi Sakura, serta Plt Kadis Perumahan, Pemukiman dan Pertanahan Gendrayana Rohaini.

Kemudian, Plt Kadis PUPR Hadi Prasetyo, Kepala BPAKD Aulia, Kadis Lingkungan Hidup Arman AA, Kadis Parbudpora H Anharizal dan Direktur PDAM Bengkalis Jufrizal.(rls)