BENGKALIS (Riaulantang) Bupati Bengkalis Amril Mukminin mengajak warganya untuk mengenang dan menjadikan peristiwa Gerakan 30 September/PKI (G30S/PKI) yang terjadi pada tahun 1965, yang hari ini, Ahad 30 September 2018 genap 53 tahun, sebagai momentum untuk semakin meningkatkan rasa cinta tanah air dan jiwa Pancasilais.

Menurut mantan Kepala Desa Muara Basung, Kecamatan Pinggir ini, upaya mengenang sejarah G30S/PKI perlu ditarik dalam hubungan kekinian antar seluruh elemen masyarakat dengan mengedepankan semangat persatuan dan kesatuan.

“Serta, demi suksesnya pembangunan di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, dan Indonesia, agar ke depan semakin lebih baik untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat,” paparnya.

Dikatakan Bupati Amril, sejauh ini di kabupaten berjuluk Negeri Junjungan ini memang tidak ditemukan indikasi munculnya gerakan komunisme gaya baru sejalan terus diberikan pemahaman wawasan kebangsaan untuk menanamkan jiwa Pancasila sebagai pandangan hidup bermasyarakat oleh berbagai pemangku kepentingan terkait di daerah ini.

“Alhamdulillah, masyarakat sudah semakin memahami apa yang harus dilakukan bila mengetahui gelagat gerakan yang tidak sejalan dengan nilai luhur Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945,” imbuhnya sebagaimana disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik Johansyah Syafri, beberapa saat lalu.

Namun demikian mantan anggota DPRD Bengkalis tiga periode ini tetap mengingatkan agar seluruh elemen masyarakat di kabupaten dengan 11 kecamatan, 139 desa dan 19 kelurahan ini untuk senantiasa mawas diri alias waspada.

“Bukan saja terhadap gerakan komunisme, tetapi juga paham-paham gerakan radikal yang dapat “menjajah” dan merusak ideologi bangsa serta memecah semangat kebersamaan, persatuan dan kesatuan di tengah-tengah masyarakat,” pesan Bupati Amril