PEKANBARU (Riau Lantang) – Begitu usai dilantik Presiden Joko Widododi Istana Negara Rabu kemarin, rumor tentang “cuci gudang” pejabat dilingkungan Pemprov Riau mulai merebak, termasuk bakalnya eksodusnya sejumlah pejebat tinggi pratama dari Siak ke Pekanbaru yang dibawa Gubri Syamsuar

Sejumlah kalangan pemerhati maupun Aparatur Sipil Negara(ASN) di Pemprov Riau memprediksi kalau Gubri Syamsuar akan membawa sejumlah pejabat kepercayaannya dari Siak ke Pekanbaru untuk mengisi jabatan eselon II maupun III nantinya. Beberapa jabatan strategis yang bakal diisi orang kepercayaan Syamsuar seperti Bappeda, Dinas PUPR,Dinas Perumahan dan Pemukiman, BPKAD, Badan Kepegawaian Daerah, Inspektorat, Dinas Perhubungan dan Dinas Komunikasi dan Informatika.

Diakui Gubri Syamsuar dan Wagubri Edy Natar dalamm enjalankan visi dan misinya jelas membutuhkan pejebat yang mampu serta profesional dan Gubri harus kenal dengan karakter pejabat yang ditunjuknya nanti. Sehingga sejumlah kalangan menilai sah-saha saja kedepannya akan ada cuci gudang pejabat Pemprov Riau asal diisi dengan yang berkualitas dan profesional.

Seperti diutarakan Anggota DPRD Riau H.Asri Auzar bahwa akan adanya pejabat Siak atau daerah lainnya nanti eksodus ke Pekanbaru tidak ada masalah, karena Riau membutuhkan pejebat yang berkomitmen tinggi untuk membangun daerah kedepannya. Gubernur membutuhkan orang yang bisa dipercayanya dalam menjalankan roda pemerintahan, dan tentu saja Gubri bersama Wagubri ingin hasil terbaik dalam memimpin Riau, karena mereka baru masuk periode pertama.

“Tidak ada masalah siapapun yang menjadi pemimpin tentu menginginkan bawahannya orang yang dipercaya, sudah dikenal dekat serta memiliki etos kerja yang tinggi dan profesional. Riau membutuhkan pejebat seperti itu, bukan pejabat yang masak dikarbit,ketika diberi jabatan tidak bisa bekerja,”ulas Asri Auzar.

Politisi Partai Demokrat itu kemudian mengingatkan Gubridan Wagubri supaya dalam menempatkan pejabat dalam kabinetnya harus disesuaikan kebutuhan, jangan asal main tempatkan saja. Khusus untuk OPD tekhnis seperti Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perkim, Dinas Perhubungan Bappeda dan Pengelolaan Keuangan Daerah harus orang tekhnis serta berpengalaman.

“Pak Syamsuar dalam enam bulan kedepan akan dapat melihat serta memantau kinerja aparatur sekarang. Mana pejabat yang hanya sebatas gagah-gagahan, pejabat yang kerjanya cuma hobi berangkat dinas keluar daerah dan yang tidak bisa bekerja akan ketahuan. Karena salah dalam menempatkan pejabat Riau akan tenggelam dalam lima tahun kedepan,”ulas Asri dari dapil Rokan Hilir dan Rokan Hulu ini.(afa)