Lurah Pematang Pudu Fitriani Ekaputri dengan mobil hias rumah suluk Sakai di pawai Takruf MTQ Mandau

DURI (Riaulantang)- Kemeriahan pawai takruf MTQ Kecamatan Mandau yang dilepas Camat Mandau Riki Rihardi, Sabtu (30/03/19) di lapangan parkir Pokok Jengkol Duri tak terlepas dari keberadaan mobil hias yang dipamerkan kafilah 11 desa/kelurahan se Kecamatan Mandau. Salah satunya mobil hias Kelurahan Pematang Pudu yang memadukan nuansa seni melayu dan islam dengan mobil hias Rumah Suluk Sakai.

Berbahan alam kulit kayu yang diikat rotan dan atap rumbia, keberadaan mobil suluk Sakai ini cukup menarik perhatian. Lurah Pematang Pudu, Fitriani Eka Putri mengaku bangga dengan hasil karya warganya yang sudah bertungkus lumus menyelesaikan pengerjaan mobil hias itu.

“Pengerjaannya 7 hari 7 malam. Dikerjakan di kampung sakai. Melibatkan RT, RW, masyarakat dan tokoh masyarakat. Hasilnya membanggakan kami semua,” ujar Fitri.

Disampaikannya warga sangat bersemangat mengerjakan mobil hias itu. Mereka ingin tampil terbaik sebagaimana MTQ Kecamatan tahun 2018 lalu, makanya warga rela mencari bahan kulit kayunya ke hutan.

“Tak semua bahan bisa dibeli. Contohnya kulit kayu ini. Warga rela mencari kulit kayunya hingga ke hutan. Makanya pengerjaan cukup lama karena kulit kayu yang dibutuhkan cukup banyak untuk membuat dinding mobil,” ujarnya lagi.

Sementara itu penampilan mobil hias Rumah Suluk Sakai ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak tak terkecuali Camat Mandau. Riki mengajungkan jempol untuk kreasi warganya yang bertungkus lumus menampilkan hasil terbaik untuk semaraknya pawai takruf MTQ tingkat Kecamatan Mandau.

“Apresiasi untuk semua peserta pawai yang sudah mempersiapkan pawai ini dengan sebaik-baiknya,” ungkap Riki. (susi)