PEKANBARU (Riau Lantang) – Badan Meteorologi, Kelimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru sampai dengan Jumat (15/03/2019) malam mendeteksi jumlah hotspot diseluruh kabupaten dan kota di Riau mengalami peningkatan. Sementara kabupaten Bengkalis sampai saat ini masih merupakan daerah penghasil hotspot terbanyak serta lahan terluas yang terbakar di Riau.

Pantauan satelit Modis Aqua Terra BMKG terdeteksi sebanyak 38 hotspot yang tersebar di sembilan kabupaten dan kota se-Riau. Daerah yang ditemukan hotspot itu adalah Kabupaten Bengkalis sebanyak 14 hotspot, kota Dumai 6, Kabupaten Siak, Indragiri Hulu dan Rokan Hilir terdeteksi 4 titik, Pelalawan 2 hotspot, kabupaten Kepulauan Meranti, Indragiri Hilir dan Kuantan Singingi masing-masing 1 titik.

“Dari 38 hotspot yang terdeteksi tersebut, 25 adalah titik api yang memiliki confidence diatas 70 persen. Total hotspot yang terdeteksi terjadi peningkatan dalam dua hari terakhir, meski upaya pemadaman terus dilakukan di lokasi kebakaran hutan dan lahan,”terang Sukisno kepala BMKG Pekanbaru.

Sementara itu dari informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau luas lahan yang terbakar diseluruh Riau sudah memusnahkan 1.700-an hektar sejak bulan Januari. Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti, Pelalawan, Rokan Hilir dan Kota Dumai adalah daerah dengan luas karhutla diatas 100 hektar.

Dari data yang didapat luas lahan terbakar di Bengkalis 955 hektar, Rokan Hilir 254 hektar, Meranti 217 hektar dan Kota Dumai 133 hektar. Sedangkan Kabupaten Siak, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu,Kampar, Pelalawan dan Kota Pekanbaru dibawah 100 hektar.

“Upaya pemadaman terus dilakukan sejumlah pihak, mulai dari BPBD provinsi bersama BPBD kabupaten dan kota, Damkar, ManggalaAgni, Masyarakat Peduli Api (MPA) hingga TNI dan Polri juga dilibatkan langsung memadamkan api ke lapangan, tapi luas lahan terbakar masihterus bertambah,”papar Kepala BPBD Riau, Eduar Sanger.(afa)