DURI (Riaulantang) – Kecamatan Bathin Solapan yang merupakan kecamatan Pemekaran Mandau ternyata termasuk daerah rawan kebakaran hutan dan lahan (karlahut). Dari Januari hingga Maret 2018 ini, tercatat 16,5 ha lahan yang terbakar di kawasan kecamatan baru itu.

Fakta ini diungkapkan sumber Riaulantang yang layak dipercaya, Sabtu (09/03/18).

Menurutnya sejumlah petugas damkar kaget membaca statamen Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkalis, H Ja’afar Arief yang mengatakan Bathin Solapan tak ada kasus Karlahut saat melaporkan kondisi terkini kepada Bupati Bengkalis, Amril Mukminin dalam acara Rapat Koordinasi (Rakor) sekaligus penandatanganan komitmen bersama penanggulanan Karhutla di Lantai IV Kantor Bupati, Selasa 6 Maret 2018 lalu.

“Diberita disebut Bathin Solapan, menjadi satu-satunya kecamatan yang tidak terjadi Karhutla selama periode Januari sampai dengan Maret 2018. Ini yang membuat kami kaget. Kenapa disebut khusus kecamatan Bathin Solapan tidak ada kasus Karlahut. Padahal kan tidak seperti itu, kita yang kelapangan, jadi tau persis dimana kejadian kebakaran lahan dan hutan, “ungkapnya.

Dikatakannya dari data karlahut Januari hingga Maret 2018 ini tercatat karlahut di Kecamatan Bathin Solapan 13 kejadian dengan luas area   16.5 hektar dan Kecamatan Mandau 5 kejadian, lahan seluas 4.5 hektar.

“Itu data yang kami miliki dan kami juga turun kelapangan, “tuturnya. 

Dikatakannya, tak ada maksud lain mengklarifikasi berita karlahut di Bengkalis itu. Selain menyampaikan data sesuai fakta dilapangan

” Kita hanya ingin meluruskan informasi, agar tidak salah dan pihak pihak terkait untuk bisa mencari informasi yang akurat,”pungkasnya. (bambang)