DURI (Riaulantang)- Penyalahgunaan lem cap kambing di kalangan anak-anak dan remaja di Duri dan sekitarnya sudah sejak lama menjadi kekhawatiran masyarakat. Namun hingga kini belum ada tindakan konkrit yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan anak-anak dan remaja dari perilaku menyimpang itu.

Kenyataan tersebut membuat prihatin sejumlah pihak. Salah satunya Agus Salim, pemuka masyarakat sekaligus ketua RT 6 RW 4 Kelurahan Babussalam,  Duri, Kecamatan Mandau.

“Kita prihatin melihat banyak anak-anak dan remaja di Duri yang menjadi korban lem cap kambing. Akibat mengisap lem tersebut, mereka jadi rusak. Otaknya jadi bodoh. Malas mengaji dan sekolah. Setelah agak besar, mereka mereka akan dengan mudahnya terjerumus ke dalam penyalahgunaan Narkoba. Masa depannya akan suram,” ujar Salim, Jumat (4/8/2017).

Karena itu Salim berharap agar Pemkab Bengkalis bersama DPRD bisa membuat aturan atau program khusus untuk menyelamatkan anak dan remaja dari ancaman lem cap lambing.

“Karena lem cap kambing tidak masuk kategori Narkoba, pemakainya tidak bisa dijerat secara hukum. Makanya kita minta Pemkab dan DPRD Bengkalis tidak mengabaikan masalah ini. Minimal ada aturan khusus tentang penjualan lem tersebut. Mungkin dalam bentuk Perda atau aturan lain,” pungkas Salim. (dan)