DURI (Riaulantang) – Anggota DPRD Bengkalis, Syaiful Ardi menilai, peruntukan dana CSR (corporate social responsibility) dari puluhan atau bahkan ratusan perusahaan yang beroperasi di Kecamatan Mandau dan sekitarnya hingga kini masih tergolong minim.

“Di kecamatan ini, ada ratusan perusahaan. Baik yang bergerak di sektor Migas dan penunjangnya serta perusahaan perkebunan. Belum lagi perusahaan berbendera BUMN maupun swasta murni. Disini juga berserak pukuhan kantor bank. Namun dana CSR dari semua perusahaan itu belum terlihat berkesan di tengah masyarakat,” kata Syaiful.

Dalam pandangan legislator PAN berusia 38 tahun ini, dana CSR yang disisihkan sebesar 2 persen dari keuntungan perusahaan tersebut merupakan potensi besar yang seharusnya bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk membantu masyarakat setempat.

“Sayangnya, potensi itu masih terbiar. Kita belum bisa memaksimalkannya. Soalnya, belum ada produk Perda untuk mengatur itu. Pernah dimasukkan sebagai usul inisiatif dewan dalam Prolegda Bengkalis tahun 2017. Tapi tak bisa didaftarkan untuk dibahas bersama karena belum ada kajian akademik yang seharusnya dikerjakan oleh OPD terkait,” tambah Syaiful.

Dia juga bertutur tentang Pemko Bandung di bawah pimpinan Ridwan Kamil yang bisa memanfaatkan dana CSR perusahaan secara maksimal. “Bandung sudah punya Perda tentang CSR. Pemkonya mengelola dana CSR yang dihimpun dari perusahaan. Karena itulah Kota Bandung tampak lebih mentereng,” ucap Syaiful.(susi)