SIAK (Riaulantang)- Dalam pelaksanaan program kerja unggulan Kelompok Kuliah Kerja Nyata ( Kukerta ) universitas Riau (Unri) melakukan kunjungan kemitraan serta pengenalan salak Madu sebagai produk unggulan di Kampung Banjar Seminai, Kecamatan Dayun, kabupaten Siak.
Kegiatan ini sebagai proker unggulan tim Kukerta yang bertujuan lebih mengenalkan salak Madu sebagai produk unggulan di desa tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan Minggu (17/7 /2022) ini diadakan
di rumah Mukadi yang mempunyai kebun, warga yang memiliki kebun salak Madu di kampung Banjar Seminai.
Sebelum menanam salak Madu, Mukadi dalam rentang waktu 9 tahun menanam salak jenis salak Pondoh yang bibitnya dibawa dari Jawa. Namun kemudian dia beralih menanam salak madu karena dagingnya lebih manis dan tebal.
Untuk perawatan salak Madu yang mempunyai luas 2.500 meter persegi itu, Mukadi harus rajin menunas pelepah salak kemudian dipupuk menggunakan pupuk kimia ataupun pupuk organik.
Menurutnya perbedaan hasil buah salak madu yang di beri pupuk organik lebih tahan lama 3 Minggu dibandingkan dengan pupuk kimia. Jika salak ditanam dari biji secara langsung akan menghasilkan buah yang asam maka dari itu harus di kawinkan silang.
“Dari hasil kawin silang yaitu penyerbukan serbuk jantan ke betina, dibutuhkan waktu 10 hari. Setelah itu sudah bisa kelihatan tumbuh buahnya. 1 serbuk jantan bisa dikawinkan dengan 10 tanaman salak betina, ” ungkapnya.
Karena kegigihannya, Salak Pondoh dan salak Madu milik Mukadi sudah di kenal hingga diluar provinsi Riau. Tanaman kebun salak sebanyak 1500 pokok ini pun sudah menghasilkan salak berkualitas dengan harga Rp 20 ribu/kilo.
“Kebun salak saya sudah memiliki sertifikat. Kebun ini sudah pernah di kunjungi Gubernur Riau pak Syamsuar dan Bupati Siak pak Alfedri. Pengunjung lainnya juga sudah kesini untuk berwisata melihat kebun salak, ” jelasnya.
Karena potensi kebun salak ini, pihaknya menginginkan Kampung Banjar Seminai menjadi Kampung Agrowisata salak Pondoh dan salak Madu agar lebih di kenal masyarakat luas.
Karena ingin mengangkat potensi ini, Tim Kukerta Unri yang sedang menjalankan masa KKN di Kampung Banjar Seminai ingin membuat program unggulan promosi potensi salak Madu ini. Tujuannya agar salak Madu lebih dikenal banyak kalangan. Promosi bisa dilakukan melalui sosial media dan youtube. Tidak hanya itu, mahasiswa Kukerta Unri ini juga membantu fasilitasi bagian publikasi potensi Desa, dengan memasangkan spanduk dan plang arah menuju kebun salak Madu.
“Tim Kukerta Unri juga membantu pemuda di Desa Banjar Seminai tepatnya di Dusun Banjar Agung dalam pegecatan jalan semenisasi menuju kebun salak Madu. Rencananya kawasan itu dijadikan Kampung Agrowisata, ” jelas Mahasiswa Kukerta. (rls)
























