Tulisan : Andika Maratona.
DURI (Riaulantang) – Tetesan keringat membasahi kening para Prajurit TNI. Bersama masyarakat suku Sakai yang berada di desa Muara Basung Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis, Riau, mereka bahu membahu melaksanakan persiapan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 113 Kodim 0303 Bengkalis tahun 2022. Tak kala operasi kegiatan TMMD mulai dilaksanakan, masyarakat bersama TNI bergotong royong membersihkan titik-titik yang akan dikerjakan.
Dimulainya kegiatan TMMD di tengah masyarakat suku Sakai yang merupakan suku terasing yang mendiami Provinsi Riau ini dengan cepat tersiar dari mulut ke mulut. Mereka bergegas ambil bagian dan antusias membantu pelaksanaan TMMD itu.
Berawal dari membersihkan titik-titik lokasi yang akan dikerjakan, TMMD dengan tema “TMMD Dedikasi Terbaik Membangun NKRI, itu pun dimulai. 150 prajurit TNI serta 50 warga dilibatkan dalam kegiatan itu. Mereka bahu membahu membersihkan titik-titik lokasi yang akan dikerjakan.
Empat kegiatan fisik menjadi agenda sasaran yang berada di wilayah desa, Muara Basung dan Desa Semunai Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Riau. Keempat sasaran, diantaranya, base Jalan Kelompok Tani RT 01/05 Desa Muara Basung, ukuran 793 M x 4 Meter dan ketebalan 0.25 Meter. Kemudian semenisasi Jalan Sekolah RT 002/005 Desa Semunai, dengan ukuran 404 Meter x 3 Meter dengan ketebalan 0.15 Meter. Lalu Box culvert juga di Jalan Sekolah RT 002/005 Desa Semunai ukuran 5 Meter x 1.5 Meter, tebal 0.15 meter. Serta pembangunan box culvert di Jalan Acehan RT 04/09 Desa Muara Basung, ukuran 5 Meter x 1.5 Meter, tebal 0.15 Meter.
Bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bengkalis yang juga dukungan penuh dari Pemerintah Desa (Pemdes) Muara Basung dan Pemdes Semunai, program TMMD yang ke 113 itu pun terlaksana dengan baik dan selesai dengan waktu yang telah ditentukan.
Berbaju loreng dan berkepala ‘cepak’, Anggota Satgas TMMD 113 tiba di posko kegiatan yang dipusatkan di Pondok Pesantren Al – Bahja di Dusun III Sialang Muda Desa Muara Basung Kecamatan Pinggir. Lokasi ini merupakan titik posko berkumpulnya para personil Satgas.
Mata masyarakat tertuju dengan kedatangan para Personil Satgas TMMD. Mereka kagum dengan keramahan para anggota TNI tersebut yang menyapa dan memberi kabar bahwa kegiatan TMMD akan segera dilaksanakan.
Senang, riang dan gembira begitulah ucapan salah seorang warga yang menyaksikan langsung kegiatan pembukaan TMMD ke 113 di Desa Muara Basung menjadi pusat kegiatan.
“Iko Bapak-bapak Tentra datang nak bangun tompek kito, moh kito tolong samo kito tengok, “Ujar Imah dengan bahasa asli suku sakai yang merupakan suku tertua menempati wilayah Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.
Jika diartikan dalam Bahasa Indonesia dapat diartikan menjadi, “Ini Bapak-bapak Tentara datang mau membangun desa kita, mari kita bantu dan kita lihat,” begitulah artinya.
Pelaksanaan kegiatan TMMD dimulai dengan membangun titik-titik yang telah ditentukan. . Meskipun dibawah ‘terik matahari serta panasnya wiremesh besi’, (wiremesh besi merupakan bahan baku untuk pembuatan semenisasi) di jalan menuju Sekolah Dasar Negeri 16 Kecamatan Pinggir, prajurit dan masyarakat bersemangat mengerjakan kegiatan TMMD itu.
Tetesan keringat para Satgas TMMD dan masyarakat, menjadi bukti kerja keras dan kekompakan masyarakat mendukung pelaksanaan TMMD. Tak hanya kaum Bapak, Kaum ibu juga ambil peranan. Mereka mempersiapkan konsumsi dengan baik. Mulai menyiapkan makanan berat seperti nasi dan lauk pauk hingga makanan ringan seperti kue-kue, kopi serta teh.
Kekompakan antara TNI dan masyarakat terlihat jelas. Apalagi mereka menetap di rumah warga yang menjadi orang tua asuh. ‘TMMD Dedikasi Terbaik Membangun NKRI’, langsung menyentuh masyarakat yang belum terjangkau untuk pembangunan.

Brigjen TNI Parlindungan Hutagalung ikut mengadukan semen dengan molen
Sakai Bahagia, TNI Wibawa
Suku Sakai merupakan suku tertua dan juga suku asli yang mendiami wilayah kecamatan Pinggir. Mereka merupakan suku terasing yang masih ada di wilayah Kabupaten Bengkalis. Tidak bersekolah, tidak mau berkomunikasi dan tidak mau menyatu dengan kehidupan modern itu lah identik dengan masyarakat suku asli Sakai. Namun kini suku Sakai sudah berubah dratis. Masyarakat suku asli Sakai kini sudah banyak yang bersekolah. Mau berkomunikasi dan bisa menyatukan diri dengan kehidupan modern sehingga dapat membantu dan bergotong royong dalam melaksanakan dan mensukseskan kegiatan TMMD ke 113 di Desa Muara Basung dan Desa Semunai ditahun 2022.
“Kami suku asli Sakai memang suku yang tertinggal dan suku tertua di wilayah Kecamatan Pinggir dan sekitarnya. Dulunya kami terasing namun kini tidak lagi. Banyak anak-anak yang dari suku sakai sudah bersekolah hingga perguruan tinggi. Bahkan juga ada yang sekilah ke luar negeri. Bupati Bengkalis periode 2015-2021 juga merupakan anak suku asli Sakai.
Disampaikan Akhyar, dirinya mewakili suku asli sakai sangat bahagia dengan adanya kegiatan TMMD ke 113 di Desa Muara Basung. Dengan kewibawaan para personil TNI hingga dapat mempercepat dan membantu Pemerintah dalam pemerataan pembangunan hingga ke pelosok wilayah.
“Hujan, panas, susahnya akses jalan kelokasi, ternyata tak jadi hambatan bagi anggota TNI. Begitu pekerjaan sudah selesa masyarakat bahagia karena akses jalannya sudah bisa dilewati, “ujar Akhyar Mukmin lagi.

Susun Amunisi dan Wiremesh Besi Dirasakan Prajurit TNI
Sebagai Tentara Nasional Indonesia, prajurit TNI tentu sudah sangat hafal teknik dan cara menyusun amunisi. Namun pada kegiatan TMMD ke 113 ini, mereka harus mempelajari cara dan teknik mengangkat dan menyusun wiremesh besi pada lokasi TMMD.
Adalah Sersan Kepala (Serka) Toru Ziduhu Lase, yang dengan gagah mengangkat wiremesh besi, ukuran 5,2 Meter x 2,2 Meter. Jika dilihat dengan panjang dan lebarnya, wiremesh besi tersebut tidak akan bisa diangkat sendiri, namun bagi anggota TNI yang tergabung dalam kegiatan TMMD ke 113 tersebut, besi itu bisa diangkat sendiri.
“Semua membutuhkan teknik dan cara tersendiri, bagaimana teknik untuk mempercepat pekerjaan ini. Biasanya pengangkatan wiremesh besi harus dilakukan dua orang. Namun bagi kami Prajurit TNI harus bisa dilakukan sendiri, karena keterbatasan personil serta misi yang harus diakhri tepat waktu, ” ujar jebolan Catam Tahun 1997 Angkatan ke dua yang mengawali tugas di Yonif 132/Bima Sakti Korem 031/Wira Bima.
Dikatakannya dengan teknik dan posisi kiri, kanan, depan dan belakang yang diatur sedemikian rupa, wiremesh besi dengan panjang lebih 5 Meter tadi, bisa diangkat dengan sendiri.
“Kalau teknik dan caranya tidak tepat, wiremesh akan sulit diangkat sendiri. Butuh bantuan personil lain untuk mengangkatnya. Tapi kalau sudah dapat tekniknya, sangat mudah diatur dan disusun dengan rapi,” jelas Serka Toru Ziduhu Lase yang kini bertugas di Koramil 03/Mandau Kodim 0303/Bengkalis.
Diungkapkannya penyusunan wiremesh sangat jauh beda dibandingkan dengan menyusun amunisi sewaktu bertugas di Pasukan. Jika menyusun amunisi, kecil kemungkinan terjadi kesalahan. Apalagi mereka mendapat bimbingan dan teknik saat melaksanakan pendidikan dan diangkat menjadi anggota TNI. Namun kini mereka inisiatif sendiri mengangkat material bangunan yang menjadi tanggung jawab pengerjaannya.
‘Menjadi anggota TNI harus bisa menempatkan diri sebaik mungkin. Baik saat bertugas di medan perang dalam penyusunan amunisi. Tapi juga harus punya teknik sendiri dalam penyelesaian misi TMMD TNI, ” ujarnya lagi.

Panas Wiremesh Besi, Terik Matahari, Tak Surutkan Misi TMMD TNI
Cuaca Panas yang sejak dimulainya kegiatan Pembukaan Pra TMMD 113 TNI secara resmi, dibuka pada 11 Mei 2022 oleh Danrem 031/Wira Bima Brigjen TNI Parlindungan Hutagalung S.A.P, serta Bupati Bengkalis Kasmarni, S.sos beberapa waktu lalu diiringi dengan cuaca terik panas matahari. Terik panas matahari membuat wiremesh besi turut panas juga. Namun cuaca yang panas tak menyurutkan semangat misi TMMD 113 TNI.
Para prajurit ini bersemangat melaksanakan kegiatan Pra TMMD yang telah dilalui, dilanjutkkan dengan kegiatan inti TMMD TNI, hingga 9 Juni 2022 nanti.
Usai dibuka oleh Danrem 031/Wira Bima Brigjen TNI Parlindungan Hutagalung S.A.P, anggota Satgas TMMD TNI langsung kejar tayang untuk objek yang telah dipaparkan. Pekerjaan fisik yang membutuhkan energi serta teknik yang harus dipelajari, harus membuat anggota TNI segera menyelesaikan Misi TMMD ini.
“Saya sangat mengapresiasi dengan kegiatan TMMD TNI ini. Hubungan pola kerja sama lintas sektoral dan kordinasi antara pemangku kebijakan, tentunya dapat menciptakan komunikasi yang harmonis. Ditengah teriknya panas matahari, saya berharap bapak-bapak TNI tetap semangat untuk menyelesaikan misi ini. Jaga diri dan terus berkomunikasi, “itulah pesan orang nomor satu di Kabupaten Bengkalis, Kasmarni S.sos.
Diderunya panas matahari, hingga membuat dehidrasi, tak dapat menyurutkan semangat yang sudah terdedikasi pada diri masing-masing anggota TNI. Kemanunggalan TNI, serta pengawasan yang dilakukan oleh perwira-perwira TNI di lokasi, dapat memberikan semangat anggota TNI yang tergabung dalam Satgas TMMD 113 TNI.
Komando Rayon Militer (Koramil,red)/03 Mandau Kapten Arh. Jemirianto, yang merupakan perwira dengan pangkat Kapten tersebut juga melakukan pengawasan serta komunikasi yang tinggi agar misi TMMD TNI dapat diakhiri dengan tepat janji.
Menggunakan kendaraan roda dua, Perwira dengan 3 balok kuning dipundak nya terus melakukan pengawasan serta memaksimalkan pengoperasian misi agar tepat waktu dalam pencapaian misi TMMD tersebut.
“Setiap hari pengawasan terus dilakukan. Meskipun terik matahari terus menyengat di kulit, namun itu semua tak membuat semangat prajurit menurun. TNI yang berdedikasi, membuat misi TMMD tercapai sesuai janji, “ujar Pria yang berpangkat Kapten yang memimpin Koramil 03/Mandau.
Misi TMMD yang diemban oleh Satgas, sudah mendekati waktu akhir. Satu persatu pekerjaan yang hampir rampung tentunya membuat masyarakat sekitar lokasi menjadi senang.
Kedatangan para prajurit TNI untuk membangun wilayah Desa Muara Basung dan Desa Semunai, memberikan warna sendiri.
Terima kasih TNI, Teruslah Menjaga NKRI, NKRI Harga Mati.






























