ROKANHULU (Riaulantang)-
Seorang warga Rohul inisial HT dinyatakan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan meninggal di RS Awal Bros Ujung Batu, Minggu (26/04/2020). Namun diduga penanganan jenazah mengabaikan protokoler kesehatan. Pasalnya pemakaman PDP yang diantar medis berseragam APD lengkap itu diserahkan ke pihak keluarga. Tak hanya itu keluarga juga di bebankan biaya Rp 8,5 juta untuk penanganan almarhum yang dinyatakan PDP itu.
“Almarhum divonis PDP tanpa ada hasil rapid tes. Diantar langsung ke rumah dengan biaya dibebankan ke kami Rp.8,5 juta. Memang diantar oleh medis yang memakai APD lengkap, namun kami yang disuruh memakamkan. Diberi 2 APD untuk pemakaman,” jelas keluarga.
Disampaikan kondisi ini tentu saja membuat keluarga kebingungan. Pasalnya mereka tahu jika dinyatakan PDP maka penanganan sesuai protokoler kesehatan mulai dari penanganan di Rumah Sakit hingga proses pemakaman.
“Jenazah diserahkan ke keluarga mengabaikan protokoler kesehatan. Makanya kami heran, apakah begini protokoler penanganan pasien covid-19 di Rohul dan Apakah RS Awal Bros tidak punya tim yang di pandu Diskes Rohul,” tanya keluarga.
Namun karena malam itu kondisinya sudah sangat darurat, ungkapnya, akhirnya jenazah dimakamnya dengan meminta tambahan APD dari puskesmas terdekat.
“Apa seperti ini penanganan jenazah yang divonis PDP. Sementara warga enggan takjiah ke rumah kami karena status PDP ini,” keluhnya.
Terkait persoalan ini, Juru bicara gugus tugas covid-19 Rohul H.Yusmar Yusuf M.Si sa’at dikonfirmasi mengatakan tidak tahu sama sekali tentang persoalan itu.
“Kami tidak pernah mendapat laporan dari RS Awal Bros Ujung Batu. Selama ini kami tak pernah memberikan laporan tentang penanganan covid-19 di RS itu. Mereka langsung laporan ke Dinkes provinsi Riau,” jelasnya.
Kepala Dinas Kesehatan Rohul Bambang Triono yang dihubungi terpisah, Selasa (28/04/2020), mengatakan sudah menghubungi RS Awal Bros Ujung Batu dan Dinkes Provinsi Riau.
” Ya apa juga lagi. Kan sudah diberitakan dan kita sudah kordinasi dengan RSU Awal Bros Ujung Batu dan Dinkes Riau,” katanya pendek
Tim Medis RS Awal Bros Ujung Batu yang ikut mengantarkan almarhum kepihak keluarga ketika dikonfirmasi mengatakan keluarga sudah diedukasi dan hasil swabnya belum keluar dari tim Gugus tugas covid-19 provinsi Riau. Sementara menyangkut hal lain pihaknya tak mengomentari karena itu kewenangan Humas.
“Jika hasil swabnya nanti keluar kita akan berikan keterangan kepada pihak keluarga, “tutur Dewi medis yang mengantar itu.
Humas RS Awal Bros sudah dihubungi via kontak RS tersambung akan tetapi Humas tidak menjawab sama sekali.
Almarhum Ingin Pasang Cincin Jantung
Sementara itu pihak keluarga menyampaikan bahwa Almarhum sudah beberapa tahun terakhir mengeluh sakit jantung. Selasa (21/04) lalu kondisinya memburuk dan keluarga sepakat mmbawa berobat ke RS Awal Bros Pekanbaru. Namun karena Pekanbaru sudah memberlakukan PSBB
akhirnya keluarga membawa almarhum berobat di RS Awal Bros Ujung Batu
“Almarhum ingin pasang cincin di jantung. Namun ternyata di vonis PDP Covid-19. Padahal sakit jantungnya sudah lama,” keluh keluarga. (R Lubis)






























