Duri (Riaulantang)- Pergerakan kawanan gajah liar di Duri terus merengsek ke daerah perkotaan. Sabtu siang tadi (25/04/2020), gajah bernama Seruni bersama anaknya Rimba terpantau di belakang bengkel mobil sebelah lokel ALS Simpang Garoga Duri. Kehadiran hewan bertubuh besar itu itu mengagetkan pekerja bengkel dan pendodos sawit yang tengah berada di lahan sawit belakang bengkel mobil tersebut.
“Tengah mendodos sawit saya lihat seperti ada yang bergerak tak jauh dari semak. Saya perhatikan ternyata induk gajah. Tak ada lagi yang terpikir, saya langsung lari,” ujar Hendri yang siang itu tengah mendodos sawit di belakang bengkel tempatnya bekerja.
Tak hanya Hendri, Jetli rekannya yang saat itu juga berada di lahan sawit itu jiga ambil langkah seribu. Rasa sakit menginjak pelepah sawit tak lagi dirasakan saking ketakutan melihat hewan bertubuh besar itu.
“Sambil lari, saya teriak ke Jetli. Dia pun lari pontang panting di atas pelapah sawit. Padahal waktu itu dia tak pakai sandal,” cerita Hendri.
Tak hanya mereka berdua yang ketakutan melihat hewan yang dilindungi itu, pekerja bengkel lain juga mengaku ketakutan disatroni gajah Seruni dan anaknya.
“Tadi malam (Jumat-red), saya dengar anjing ribut mengonggong. Saya keluar cari tahu. Ternyata gajah itu sudah berdiri di bawah pohon mangga belakang loket ALS ini. Saya langsung kabur membawa anak ke depan Alfamart,” jelas pekerja bengkel.
Disebutnya, induk dan anak gajah itu sudah 3 hari terpantau di kawasan itu. Mereka memporak porandakan lahan sawit yang berada di belakang bengkel itu. Herannya mereka bisa naik turun dari lahan sawit yang berada agak ketinggian menuju bengkel.
“Ini bekas kakinya kembali naik ke lahan sawit usai turun ke sini (bengkel-red),” ujar Hendri seraya mengajak Riaulantang mencari keberadaan Gajah Seruni dan anaknya Rimba.
Benar saja lahan sawit yang cukup tinggi itu bisa dinaiki gajah itu. Telapak kakinya terlihat di bekas tanah yang masih basah. Sepanjang area lintasannya semak dan sawit porak poranda.
Dua onggok kotorannya yang terlihat masih baru juga terlihat diantara sawit yang porak poranda itu. Agaknya lokasi itu dijadikan tempat istirahatnya. Bau khas hewan bertubuh besar itu juga masih tertinggal di area itu.
‘Agaknya dia (gajah-red) baru saja dari sini. Baunya masih tertinggal,” jelas Hendri.
Disampaikannya induk dan gajah ini bolak balik diarea ini tentu saja membuat dia dan rekan-rekannya ketakutan. Untuk itu dia berharap kawanan gajah itu di halau menjauh kawasan pemukiman.
“Harapan kami kawanan gajah ini di halau jauh dari sini. Kami ketakutan sejak 3 hari ini. Kalau tak salah dengan ada gajah pawang yang bisa menghalau gajah ini,” ujar Hendri. (bambang)






























